Kamis, 24 September 2026

Eks Plt Kadis PUTR Binjai Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Jalan DBH Sawit

Agustian - Selasa, 26 Mei 2026 16:49 WIB
Eks Plt Kadis PUTR Binjai Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Jalan DBH Sawit
korupsi proyek jalan Binjai
Topikseru.com, Medan - Mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Binjai, Ridho Indah Purnama, dituntut dua tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) sawit Tahun Anggaran 2024. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Ridho bersama dua terdakwa lainnya terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,6 miliar. Selain Ridho, dua terdakwa lain yang turut dituntut yakni Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sony Faty Putra Zebua dan Wakil Direktur perusahaan rekanan, Try Suharto Derajat. "Menuntut pidana kepada para terdakwa masing-masing selama 2 tahun penjara," ujar jaksa Riyan Widya Putra dan Adlya Nova dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/5/2026).

Dituntut Denda Rp 100 Juta

Selain hukuman penjara, ketiga terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. Sidang perkara tersebut digelar di Ruang Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan dengan majelis hakim diketuai M Nazir. Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukum untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi pada sidang lanjutan yang dijadwalkan berlangsung 5 Juni 2026.

Dua Paket Proyek Diduga Fiktif

Kasus korupsi ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan 12 paket proyek pembangunan jalan yang dibiayai dari DBH sawit. Dalam dakwaan, jaksa menyebut terdapat dua paket pekerjaan yang diproses seolah-olah telah selesai dikerjakan dan diajukan untuk pencairan pembayaran, padahal proyek tersebut diduga fiktif. Ridho yang saat itu juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disebut tetap menyetujui dokumen pembayaran kepada pihak rekanan meski pekerjaan dinilai bermasalah.

Dokumen Proyek Diduga Dipalsukan

Jaksa juga mengungkap adanya dugaan pemalsuan hingga penghilangan dokumen proyek guna meloloskan administrasi pencairan anggaran. Berdasarkan hasil audit, proyek pembangunan jalan tersebut dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak yang telah ditetapkan. Akibat penyimpangan itu, negara disebut mengalami kerugian mencapai Rp2,6 miliar. Perkara ini masih berlanjut dan akan memasuki agenda pembelaan dari para terdakwa sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan akhir.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Komitmen Pemberantasan Korupsi: Prabowo Tak Lindungi Orang Dekat, Singgung BGN dan Hotel Sultan