Rabu, 23 September 2026

Angkringan di Padangsidimpuan Mencekam, Sekelompok Pemuda Bacok Karyawan 

Ameq - Selasa, 28 Juli 2026 22:59 WIB
Angkringan di Padangsidimpuan Mencekam, Sekelompok Pemuda Bacok Karyawan 
etugas kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi penyerangan sebuah angkringan di Jalan Merdeka, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Dalam kasus ini, satu pekerja mengalami luka bacok, sementara empat orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Topikseru.com, Padangsidimpuan — Seorang pekerja angkringan di Jalan Merdeka, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, mengalami luka bacok setelah tempat usaha tersebut diduga diserang sekelompok pemuda.

Dalam kasus ini, Polres Padangsidimpuan telah mengamankan empat orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Korban bernama Reza Azhari mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan. Menurut pihak angkringan, korban mendapat penanganan medis dengan sekitar 25 jahitan akibat luka yang dideritanya.

Pemilik angkringan, Mukti Harahap, membenarkan adanya peristiwa penyerangan tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterimanya, kejadian bermula ketika tiga pemuda datang ke lokasi menggunakan sepeda motor.

"Sesampainya di angkringan, mereka mengucapkan kata-kata kasar dan bernada intimidasi kepada pekerja kami," ujar Mukti, Selasa (28/7/2026).

Menurut Mukti, pekerjanya kemudian menegur ketiga pemuda tersebut sehingga sempat terjadi adu mulut. Tidak lama berselang, ketiga pemuda itu diduga kembali bersama sejumlah orang lainnya.

"Menurut keterangan yang kami ketahui, mereka datang lagi dengan jumlah lebih banyak. Beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam dan batu, kemudian melakukan penyerangan di area angkringan," katanya.

Akibat insiden tersebut, para pengunjung berhamburan meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

"Reza Azhari menjadi korban dalam kejadian itu. Ia mengalami luka bacok dan langsung dibawa ke RSUD Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Mukti.

Selain menimbulkan korban luka, penyerangan tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas angkringan mengalami kerusakan. Meja, kursi, serta beberapa perlengkapan usaha dilaporkan rusak. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, meski nilai pastinya masih dalam pendataan.

Mukti mengaku tidak mengenal para pelaku maupun memiliki persoalan pribadi dengan mereka.

"Saya tidak mengenal mereka dan tidak merasa memiliki masalah dengan siapa pun. Karena itu, kami berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan menangkap seluruh pihak yang terlibat," katanya.

Polisi Selidiki Kasus dan Periksa Empat Orang

Sementara itu, Kasi Humas Polres Padangsidimpuan AKP Ida Meri membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan empat orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Ada empat orang yang sudah diamankan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Padangsidimpuan," kata Ida saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Selain itu, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Hingga kini, motif kejadian juga masih dalam proses pendalaman.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, empat orang yang diamankan maupun kuasa hukumnya belum memberikan keterangan atau tanggapan kepada media terkait peristiwa tersebut. Polisi juga belum menetapkan status hukum mereka karena proses penyidikan masih berlangsung.

Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Keluarga Novia Ramadhani Sitohang Ungkap Momen Terakhir Sebelum Kabar Duka dari Jakarta
Novia Ramadhani Sitohang Asal Sumut Meninggal Saat Latsarmil SPPI KNMP di Jakarta, Kemhan Lakukan Evaluasi
Warga Griya Nato 1 Padangsidimpuan Protes, Distribusi Air PDAM Tirta Ayumi Terganggu Hampir Sebulan
Ombudsman RI Soroti Temuan 6,8 Kg Ganja di Lapas Padangsidimpuan, Minta Pengamanan Pemasyarakatan Dievaluasi
Ombudsman Sumut Soroti Temuan 6,8 Kg Ganja di Lapas Padangsidimpuan, Minta Kalapas dan Jajaran Dievaluasi
Lompat dari Lantai Empat RSUD Padangsidimpuan, Seorang Keluarga Pasien Tewas