Kamis, 24 September 2026

Trump Ancam Oman Jika Ganggu Negosiasi Iran, Klaim Punya Jalur Langsung dengan IRGC

Muchlis - Selasa, 18 Agustus 2026 02:29 WIB
Trump Ancam Oman Jika Ganggu Negosiasi Iran, Klaim Punya Jalur Langsung dengan IRGC
Peta jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi fokus pembicaraan diplomasi antara Iran dan Jepang.
Topikseru.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait dinamika negosiasi dengan Iran. Kali ini, Oman menjadi sasaran ancaman setelah negara tersebut disebut berperan dalam pembicaraan Washington dan Teheran mengenai Selat Hormuz. Trump mengatakan Amerika Serikat dapat mengambil tindakan militer terhadap Oman apabila negara tersebut dinilai menghambat proses negosiasi. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada Fox News pada Senin ketika ditanya mengenai posisi Oman dalam pembicaraan terkait Iran dan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. "Jika Oman menghalangi, kami akan bom mereka sampai habis," ujar Trump. Ancaman tersebut muncul ketika Oman diketahui terlibat dalam pembicaraan teknis mengenai rute pelayaran di Selat Hormuz. Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan telah mencapai kesepakatan terkait jalur pelayaran setelah melakukan negosiasi teknis dengan Oman selama beberapa pekan.

Trump Klaim Punya Saluran Langsung dengan IRGC

Selain mengancam Oman, Trump juga mengungkap klaim mengenai adanya komunikasi langsung antara pemerintah Amerika Serikat dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut Trump, Washington memiliki jalur komunikasi belakang atau back channel dengan pejabat IRGC di Iran. "Kami punya saluran belakang dengan IRGC. Kami berbicara secara langsung dengan pejabat IRGC di Iran," katanya. Trump tidak menjelaskan secara rinci siapa pejabat yang dimaksud maupun bentuk komunikasi yang dilakukan. Di tengah ketegangan dengan Teheran, Trump kembali mendesak Iran untuk menyerah. Ia bahkan menggambarkan Iran sebagai pemain poker yang memiliki kemampuan, tetapi berada dalam kondisi terdesak. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi Washington terhadap Iran masih dibayangi tekanan politik dan militer, terutama menyangkut akses pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas AS-Iran

Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam perdagangan dan pelayaran internasional. Karena itu, setiap perkembangan yang menyangkut jalur tersebut berpotensi menjadi perhatian dunia. Dalam situasi tersebut, keterlibatan Oman menjadi penting karena negara itu berada di kawasan Teluk dan memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan jalur strategis tersebut. Pemerintah Iran pada Sabtu sebelumnya menyatakan telah mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran melalui hasil negosiasi teknis dengan Oman. Namun, pernyataan Trump memperlihatkan bahwa persoalan Selat Hormuz masih menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Trump Singgung Konflik Gaza

Trump juga berbicara mengenai perkembangan konflik di Gaza dalam wawancara tersebut. Ia mengatakan Israel seharusnya menghentikan serangan ke Gaza setelah Hamas disebut telah menyatakan kesediaan untuk meletakkan senjata. Trump juga mengklaim Washington mempunyai saluran komunikasi tersendiri dengan Hamas. "Kami punya saluran berbeda dengan Hamas, dan pada akhirnya mereka akan menyerahkan senjatanya," kata Trump. Pernyataan tersebut muncul ketika Washington berupaya mendorong pelaksanaan rencana perdamaian Gaza. Rencana tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina. Trump menyebut keberadaan jalur komunikasi dengan Hamas sebagai salah satu bagian dari upaya diplomatik Amerika Serikat dalam menangani konflik tersebut.

Trump Pilih Tak Ikut Campur Pemilu Israel

Dalam kesempatan yang sama, Trump turut menyinggung politik domestik Israel. Presiden AS tersebut mengatakan dirinya menilai pilihan terbaik adalah tidak terlibat dalam pemilu Israel. Meski demikian, Trump masih membuka kemungkinan memberikan dukungan kepada kandidat tertentu. "Saya pikir yang paling tepat bagi saya adalah tetap di luar politik pemilu Israel, tetapi saya mungkin akan mendukung calon tertentu," ujarnya. Pernyataan Trump mengenai Oman, Iran, Gaza, Hamas dan politik Israel sekaligus menunjukkan luasnya agenda kebijakan luar negeri Washington di kawasan Timur Tengah. Di satu sisi, Amerika Serikat berupaya mempertahankan jalur komunikasi dalam sejumlah konflik. Namun di sisi lain, ancaman penggunaan kekuatan militer masih muncul dalam pernyataan Trump, khususnya ketika membahas Iran dan Selat Hormuz.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Pemprov Sumut - AS Perkuat Kemitraan Strategis
Imperialisme Modern dan 'New Western Century': Dunia Sedang Berubah
Rupiah Anjlok ke Rp 17.753/US$, Tertekan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Trump-Warsh