Sabtu, 26 September 2026

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Selasa Pagi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter

Muchlis - Selasa, 11 Agustus 2026 13:49 WIB
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Selasa Pagi, Tinggi Letusan Capai 800 Meter
3 gunung api erupsi
Topikseru.com, Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali erupsi pada Selasa pagi. Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan kolom letusan dengan ketinggian mencapai 800 meter di atas puncak. Erupsi pertama tercatat pada pukul 04.39 WIB. Saat itu, kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Dany Erlangga Yosa Putra, mengatakan erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan berlangsung selama 132 detik. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi 132 detik," kata Dany dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa (11/8/2026).

Delapan Kali Erupsi dalam Beberapa Jam

Aktivitas erupsi Gunung Semeru berlanjut beberapa kali setelah letusan pertama. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi berikutnya terjadi pada:
  • 04.56 WIB
  • 05.16 WIB
  • 05.54 WIB
  • 06.30 WIB
  • 06.56 WIB
  • 07.37 WIB
  • 08.23 WIB
Pada erupsi terakhir yang tercatat pukul 08.23 WIB, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 mdpl. Kolom abu pada erupsi tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah tenggara. Erupsi pukul 08.23 WIB juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 13 milimeter dan durasi 55 detik.

Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Di tengah rangkaian erupsi tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan karena sejumlah kawasan di sekitar gunung masih berpotensi terdampak material vulkanik. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, yang menjadi pusat erupsi. Di luar wilayah tersebut, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Warga Dilarang Mendekati Kawah Semeru

Selain ancaman awan panas dan lahar, bahaya lontaran batu pijar juga menjadi perhatian. Petugas meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena wilayah tersebut masih rawan terkena lontaran material vulkanik. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar yang dapat bergerak mengikuti alur sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru. Beberapa aliran sungai yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi

Rangkaian erupsi Gunung Semeru menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga masyarakat maupun wisatawan diminta tidak mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan. Petugas mengimbau warga di sekitar kawasan rawan bencana untuk terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan tidak melakukan aktivitas di zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, terutama karena ancaman tidak hanya berasal dari letusan langsung, tetapi juga dari awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar, dan aliran lahar.

Sumber
:
Berita Terkait
Kemenbud Evaluasi Sound Horeg Usai Jatuh Korban Jiwa di Jawa Timur
3 Gunung Api Erupsi Beruntun Selasa Malam: Ibu Waspada, Semeru dan Lewotobi Siaga
Kebakaran Gunung Bromo Diduga Dipicu Aktivitas Manusia, Menhut Serahkan Penyelidikan ke Aparat Penegak Hukum
Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Mikrobus Tabrak Truk di Km 76,6, Tiga Orang Tewas
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang Bukan Rudal, Ini Penjelasannya
Usai Mobil Kyai Tergores, Seorang Bocah 9 Tahun Dibanting Guru Ngaji di Probolinggo