Rabu, 07 Oktober 2026

Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat Dini Hari, Terasa hingga Sumbawa

Muchlis - Rabu, 07 Oktober 2026 04:19 WIB
Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat Dini Hari, Terasa hingga Sumbawa
Ilustrasi - Gempa M5,2 mengguncang Lombok Barat NTB pada 7 Oktober 2026

Topikseru.com, Mataram - Warga di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Barat pada Rabu (7/10/2026) dini hari.

Gempa Lombok Barat tersebut terjadi pada pukul 04.15.26 WITA atau 03.15.26 WIB. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat dengan kedalaman 92 kilometer.

Koordinat episenter gempa tercatat berada pada 8,77 derajat Lintang Selatan dan 116,14 derajat Bujur Timur.

Baca Juga:

Meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa Terjadi Saat Warga Masih Beraktivitas Dini Hari

Waktu terjadinya gempa membuat guncangan dirasakan ketika sebagian besar warga masih berada di rumah.

Gempa dengan magnitudo 5,2 itu memiliki kedalaman cukup dalam, yakni 92 kilometer. Episenternya berada di wilayah tenggara Kabupaten Lombok Barat.

Informasi BMKG menunjukkan gempa tersebut termasuk kejadian yang tidak memiliki potensi tsunami. Masyarakat yang merasakan guncangan diminta tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG.

Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di sekitar Lombok Barat.

Getaran dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kondisi tersebut membuat gempa Lombok Barat menjadi perhatian masyarakat NTB pada pagi hari.

Meski demikian, hingga informasi tersebut diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa.

Situasi tersebut masih dapat berubah apabila terdapat laporan atau hasil asesmen lebih lanjut dari petugas di lapangan.

BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Salah satu informasi penting dari BMKG adalah status gempa yang tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat parameter gempa Lombok Barat dengan magnitudo 5,2, kedalaman 92 kilometer, dan episenter sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat.

Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.

Warga Diminta Tak Percaya Kabar yang Tidak Jelas

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik setelah merasakan guncangan.

Warga juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi terkait perkembangan gempa Lombok Barat sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG maupun pihak berwenang.

Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kepanikan akibat informasi yang keliru, terutama setelah gempa terjadi pada dini hari.

Gempa M5,2 Lombok Barat dalam Data BMKG

Berikut parameter gempa yang dicatat BMKG:

  • Magnitudo: 5,2
  • Waktu: 7 Oktober 2026 pukul 04.15.26 WITA
  • Kedalaman: 92 kilometer
  • Koordinat: 8,77 LS dan 116,14 BT
  • Lokasi: 14 kilometer tenggara Lombok Barat, NTB
  • Potensi tsunami: Tidak berpotensi tsunami
  • Status dampak: Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa saat informasi diterbitkan.
Gempa M5,2 di Lombok Barat menjadi pengingat bagi masyarakat NTB untuk tetap waspada terhadap aktivitas kegempaan. Namun, masyarakat tidak perlu panik dan sebaiknya mengikuti setiap pembaruan informasi dari BMKG.

Hingga laporan ini diterbitkan, tidak ada peringatan tsunami untuk gempa tersebut.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Indonesia Lolos 8 Besar Piala Suhandinata 2026 usai Taklukkan Taiwan 2-1
Erick Thohir Soroti Pelajaran Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Lahir di Thailand, Elkan Baggott Malah Bobol Gawang Timnas Thailand dan Bawa Indonesia Juara
Gemuruh Nobar Bareng Wali Kota Medan Pecah di Gedung TP PKK
BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sumut 6 Oktober
27 Truk KDMP Diserahkan Pemkab Asahan