Selasa, 13 Oktober 2026

Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel Tangani Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Dipadamkan

Muchlis - Selasa, 13 Oktober 2026 16:31 WIB
Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel Tangani Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Dipadamkan
Foto: BPMI Setpres
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Topikseru.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih berlanjut. Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman api, menyusul laporan bahwa sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak masih dalam proses pemadaman.

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026). Rapat itu membahas perkembangan penanganan karhutla, dengan perhatian khusus pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa kedua provinsi tersebut menjadi fokus utama penanganan saat ini.

Baca Juga:

"Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan," ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Lebih dari 60 Ribu Personel Dikerahkan

Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat yang melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Menurut Teddy, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain mengandalkan personel di lapangan, pemerintah juga menjalankan operasi udara melalui metode water bombing atau pengeboman air. Langkah ini dilakukan untuk membantu mempercepat pemadaman di sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran.

Pengerahan personel dan dukungan udara menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan penyebaran api.

Meski demikian, masih adanya ratusan hektare lahan yang dalam proses pemadaman menunjukkan bahwa penanganan karhutla belum sepenuhnya selesai.

Kondisi di Empat Provinsi Mulai Membaik

Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, pemerintah melaporkan perkembangan lebih baik di empat provinsi, yakni Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan masih menjadi prioritas utama dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan.

Langkah ini dilakukan seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai meluas pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam penanganan karhutla. Namun, pelaksanaan operasi pemadaman tetap diperlukan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.

Prabowo Minta Pemadaman Dipercepat

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta penanganan karhutla terus diperkuat. Seluruh sumber daya diminta bekerja secara optimal untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Arahan itu mencakup penguatan operasi di lapangan serta pemanfaatan dukungan udara dan modifikasi cuaca sesuai kebutuhan penanganan.

Rapat turut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, Panglima Kodam (Pangdam), serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.

Keterlibatan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Dengan masih adanya 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi, perkembangan operasi di lapangan dan perubahan kondisi cuaca akan menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian karhutla dalam beberapa waktu ke depan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Gibran Respons Kritik Celios soal Kinerja Pemerintah: Jadi Bahan Evaluasi
Singapura Selidiki Sumber Kabut Asap, 4 Perusahaan Indonesia Diinvestigasi
Prabowo Telusuri Museum Nasional Indonesia Bersama Anak-anak Sekolah
Hotspot Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Kabut Asap Riau Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Maung Garuda Bakal Dibagikan ke Semua Menteri dan Wamen, Ada Kejutan 20 Oktober
Jokowi Bertemu Prabowo di Kertanegara Saat MK Putus Gugatan Gibran, Ajudan Beberkan Isi Pembahasan