Topikseru.com, Jakarta – Pemerintah meluncurkan program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan dengan melibatkan putra-putri daerah dan ditargetkan menjangkau 3.679 SPBU di seluruh Indonesia.
Pendaftaran dibuka mulai 24 Oktober hingga 1 November 2026 melalui portal resmi daring di https://pengawalenergi.akamigas.ac.id/
Program kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas ini terbuka bagi talenta muda lulusan perguruan tinggi.
Baca Juga:
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meluncurkan program tersebut pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Jakarta, pada Jumat.
Melalui program Pengawal Energi 2026, para petugas terlibat langsung mengawasi distribusi energi, memperkuat ketersediaan data pengawasan, serta mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan.
Pemerintah berharap program ini melahirkan pengawal energi yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi agar pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
"Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal," ujar Yuliot.
Penempatan petugas akan memprioritaskan putra-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat.
"Pendekatan pemberdayaan lokal ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemahaman kondisi geografis, efisiensi logistik penugasan, penerimaan masyarakat setempat, serta ketahanan dan kesigapan petugas di lapangan," jelas Yuliot.
Meski demikian, tambah Yuliot, setiap petugas menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kementerian ESDM menyiapkan penguatan pengawas distribusi BBM subsidi dan kompensasi tepat sasaran.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pengawasan BBM jenis biosolar dan Pertalite ini dilakukan melalui pemberdayaan lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.
"Program ini merupakan upaya menjaga penyaluran BBM agar semakin tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak," katanya pada saat Program Ekstensifikasi Pengawasan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Ia mengatakan sinergi antarsatuan kerja di lingkungan Kementerian ESDM menjadi langkah penting untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang telah disiapkan melalui PEM Akamigas.
"Ini merupakan apresiasi dan sinergi yang wajib dibangun di keluarga besar Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan dan memanfaatkan putra-putri didik dari PEM Akamigas agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan dapat mendukung memperlancar dan menyiapkan generasi ke depan untuk mengawal distribusi BBM subsidi dan kompensasi," ujar Wahyudi.
Sebagai tahap awal, BPH Migas dan BPSDM ESDM akan menerjunkan 30 pegawai, yang terdiri atas 28 pengawas lapangan dan 2 analis data.
Seluruh peserta telah mengikuti rangkaian pembekalan, mulai dari refreshment training,penguatan kompetensi, hingga on the job training (OJT) di SPBU sebelum menjalankan tugas di lapangan.
Wahyudi menilai program ini menjadi langkah penting dalam membangun regenerasi sumber daya manusia di sektor hilir migas.