Rabu, 23 September 2026

Kelangkaan BBM di Sumut Picu Kemacetan, Bobby Nasution Ungkap Penyebabnya

ari tanjung - Rabu, 15 Juli 2026 07:12 WIB
Kelangkaan BBM di Sumut Picu Kemacetan, Bobby Nasution Ungkap Penyebabnya
Antrean kendaraan di SPBU Tanah Tinggi Kota Binjai akibat kelangkaan Pertalite, sementara sebagian pengendara beralih menggunakan BBM nonsubsidi.

Topikseru.com, Medan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara selama dua hari terakhir memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di Kota Medan hingga Binjai.

Meski demikian, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok BBM di wilayah tersebut sebenarnya masih aman. Gangguan yang terjadi disebut berasal dari distribusi BBM yang belum berjalan normal.

Pantauan di sejumlah SPBU di Kota Medan dan Binjai menunjukkan stok BBM, khususnya Pertalite, sempat kosong sehingga masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Sebagian pengendara bahkan memilih membeli BBM nonsubsidi atau BBM eceran dengan harga jauh lebih tinggi demi tetap bisa beraktivitas.

Kemacetan dan Antrean Terjadi di Medan hingga Binjai

Kelangkaan BBM membuat lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Medan mengalami kepadatan. Antrean kendaraan di beberapa SPBU mengular hingga keluar area pengisian dan menyebabkan kemacetan di jalan utama.

Di Kota Binjai, kondisi serupa juga terjadi. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalite sehingga pengendara roda dua maupun roda empat harus menunggu kedatangan pasokan berikutnya.

Seorang petugas SPBU di kawasan Tanah Tinggi, Binjai, mengatakan banyak konsumen akhirnya memilih membeli Pertamax Turbo karena tidak ingin menunggu ketidakpastian distribusi Pertalite.

"Kalau menunggu Pertalite datang, kami tidak tahu sampai kapan. Banyak yang akhirnya memilih mengisi Pertamax Turbo agar tetap bisa melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Warga Terpaksa Beli BBM Lebih Mahal

Kelangkaan BBM juga berdampak langsung terhadap masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan pribadi.

Fauzi (35), seorang tukang bangunan di Medan, mengaku harus berkeliling ke sejumlah SPBU sejak Senin (13/7/2026) sore untuk mencari BBM.

Setelah beberapa kali gagal mendapatkan bahan bakar, ia akhirnya ikut mengantre hingga hampir tiga jam di salah satu SPBU di Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Medan, pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

"Setelah pulang kerja tadi sore, saya keliling ke mana-mana mencari bensin. Tapi semuanya habis. Jangankan Pertalite, Pertamax pun tidak ada. Begitu mendengar ada BBM di SPBU ini, saya langsung ikut mengantre," katanya.

Menurutnya, kendaraan bermotor merupakan satu-satunya sarana untuk bekerja setiap hari dari rumahnya di kawasan Medan Polonia menuju proyek bangunan di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.

"Kalau tidak ada BBM, saya tidak bisa bekerja. Anak istri saya mau makan apa. Kami ini bekerja sehari untuk makan sehari," ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami warga Binjai. Salah seorang pengendara mengaku terpaksa membeli BBM nonsubsidi agar tetap dapat bekerja.

"Kalau tidak diisi sekarang, kami tidak bisa beraktivitas. Terpaksa beli yang lebih mahal karena Pertalite sudah habis," katanya.

Kelangkaan Pertalite juga berdampak pada pedagang BBM eceran. Di sejumlah titik di Kota Binjai, stok BBM eceran ikut menipis. Kalaupun tersedia, harganya melonjak hingga sekitar Rp25.000 per liter, jauh di atas harga resmi Pertalite di SPBU.

Bobby Nasution: Stok BBM Aman, Distribusi Terganggu

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa pasokan BBM di Sumatera Utara sebenarnya masih mencukupi.

Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi mengenai distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan P. Diponegoro, Medan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pertamina, kendala utama terjadi pada proses distribusi BBM dari depot menuju SPBU akibat berkurangnya jumlah pengemudi truk tangki.

"Informasi yang kami terima dari Pertamina, stok BBM sebenarnya aman. Yang menjadi kendala adalah distribusinya karena jumlah pengemudi truk pengangkut BBM berkurang sehingga pengiriman ke SPBU belum berjalan normal," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan perekrutan maupun pemberhentian pengemudi merupakan kebijakan internal perusahaan. Namun, pemerintah daerah berkepentingan memastikan gangguan tersebut tidak berdampak berkepanjangan terhadap pelayanan masyarakat.

Pemprov Sumut Siapkan Dukungan Distribusi

Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, TNI, dan Polri.

Bobby mengatakan personel TNI dan Polri telah disiapkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu kelancaran distribusi maupun pengamanan armada pengangkut BBM.

"Mulai malam ini kami meminta tim dari TNI dan Polri bersiap. Tinggal menunggu kebutuhan dari Pertamina mengenai jumlah personel yang diperlukan," katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh agar distribusi BBM segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat, transportasi, dan roda perekonomian tidak terganggu.

Masyarakat Berharap Pasokan Segera Normal

Hingga Selasa (14/7/2026), sejumlah SPBU di Medan dan Binjai masih mengalami keterbatasan pasokan Pertalite. Antrean kendaraan masih terlihat di beberapa lokasi, sementara sebagian masyarakat memilih menggunakan BBM nonsubsidi meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Warga berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal agar stok Pertalite tersedia di seluruh SPBU, antrean kendaraan berkurang, dan harga BBM eceran kembali stabil.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Topikseru.com masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengenai perkembangan distribusi BBM serta target waktu normalisasi pasokan di wilayah Sumatera Utara.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja
PUD Pasar Kota Medan Bidik Pasar Petisah Jadi Ikon Kuliner Kota Medan
PSMS Medan Menggila di Kandang, Persiku Kudus Dihantam 6-0
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
PSMS Medan vs Persiku Kudus: Tiga Poin Jadi Target di Kandang Perdana