Jumat, 25 September 2026

Polri Kerahkan 15 Ribu Personel Amankan Pelantikan Presiden RI

Muchlis - Minggu, 13 Oktober 2024 22:24 WIB
Polri Kerahkan 15 Ribu Personel Amankan Pelantikan Presiden RI
Pelantikan Presiden
TOPIKSERU.COM, JAKARTA - Polri akan menggelar Operasi Mantap Brata 2024 dalam rangka pengamanan pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi Prasetyo mengatakan dalam operasi tersebut Polri mengerahkan 15 ribu personel. "Kapolri sudah mengecek kesiapan apel pengamanan pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI," kata Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Minggu (13/10). Dia mengatakan geladi bersih apel gelar pasukan berlangsung di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Irjen Dedi Prasetyo menyebut gelar pasukan di Mako Brimob Kelapa Dua juga dilakukan pada Senin (14/10). "Pengamanan akan melibatkan 15 ribu pasukan dan almatsus (alat material khusus)," ujar Irjen Dedi.
7 Satuan Polri Terima Tanda Kehormatan
Berdasarkan informasi awal bahwa Presiden RI Joko Widodo akan hadir pada gelar pasukan Operasi Mantap Brata di Mako Brimo Kelapa Dua pada Senin. Presiden Jokowi akan memberikan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada 7 satuan di Polri. Nugraha Sakanti merupakan tanda kehormatan kepada sebuah kesatuan Polri. Penerima tanda kehormatan Nugraha Sakanti adalah satuan yang telah berjasa di bidang kepolisian yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ketujuh satuan Polri tersebut adalah Korbrimob Polri, Korlantas Polri, Bareskrim Polri, Baharkam Polri. Selanjutnya, ada Densus 88 Antiteror Polri, Pusdokkes Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri.
Sumber
:
Berita Terkait
Uji Materi Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tanyakan Alasan Pemohon
Dugaan TPPO WNI di Jeju Mencuat di Media Sosial, Bareskrim Mulai Telusuri
Tersangka Karhutla Bertambah Jadi 89 Orang, Polri Telusuri Korporasi
Bareskrim Bongkar Jaringan Emas Ilegal, Diselundupkan ke Hong Kong Pakai Modus Body Strapping
72 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Bareskrim Mulai Telusuri Dalang dan Aliran Uang
Polri Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Dalil Penyitaan Dinilai Masuk Pokok Perkara