Minggu, 27 September 2026

6 Mahasiswa Unhas Terjebak di Gunung Goa Kalibbong Alloa Pangkep, Basarnas Lakukan Evakuasi Dramatis

Muchlis - Selasa, 28 Juli 2026 11:36 WIB
6 Mahasiswa Unhas Terjebak di Gunung Goa Kalibbong Alloa Pangkep, Basarnas Lakukan Evakuasi Dramatis
Mahasiswa Unhas
Topikseru.com, Makassar - Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar berhasil mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sempat terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Seluruh mahasiswa berhasil diselamatkan melalui operasi pencarian dan pertolongan yang berlangsung di medan berbatu dan tebing curam tanpa dilaporkan mengalami cedera serius. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan proses penyelamatan berjalan lancar meski menghadapi kondisi medan yang cukup ekstrem. "Alhamdulillah, seluruh mahasiswa berhasil diselamatkan setelah operasi SAR yang berlangsung di medan terjal," ujar Andi Sultan, Selasa (28/7).

Terjebak Saat Kembali dari Eksplorasi Goa

Keenam mahasiswa tersebut diketahui sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae. Dalam rangka mendukung program pengembangan wisata minat khusus di daerah tersebut, mereka melakukan eksplorasi kawasan Goa Kalibbong Alloa, yang dikenal memiliki bentang alam karst dengan lintasan horizontal maupun vertikal. Namun, saat perjalanan kembali pada Minggu (26/7) malam, situasi berubah ketika salah seorang mahasiswa mengalami kram pada bagian kaki. Lima mahasiswa lainnya juga dilaporkan mengalami kelelahan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan keluar dari kawasan pegunungan. Melihat kondisi tersebut, warga setempat segera melaporkan kejadian itu kepada Basarnas Makassar untuk meminta bantuan evakuasi.

Basarnas Kerahkan Tim SAR dengan Peralatan Khusus

Setelah menerima laporan, Basarnas Makassar langsung mengirimkan tim penyelamat pada dini hari dengan membawa perlengkapan evakuasi khusus serta peralatan medis. Sesampainya di lokasi, petugas menemukan seluruh mahasiswa dalam keadaan selamat. Meski demikian, proses evakuasi tidak berlangsung mudah karena medan yang harus dilalui berupa tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter. Untuk mengevakuasi para korban, tim SAR menerapkan teknik vertical rescue menggunakan sistem tali guna memastikan keselamatan seluruh mahasiswa selama proses penurunan.

Seluruh Korban Dievakuasi ke Puskesmas

Berkat koordinasi tim SAR gabungan bersama warga sekitar, keenam mahasiswa akhirnya berhasil dikeluarkan dari kawasan pegunungan. Setelah proses evakuasi selesai, mereka langsung dibawa menuju Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis sebagai langkah antisipasi. Basarnas memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka berat. Basarnas Ingatkan Pentingnya Persiapan Sebelum Beraktivitas di Alam Usai operasi SAR, Basarnas Makassar mengimbau masyarakat, pendaki, maupun peserta kegiatan lapangan agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum memasuki kawasan berisiko. Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca serta menyampaikan rencana aktivitas kepada pihak terkait agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat. Menurut Basarnas, langkah preventif tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas di kawasan pegunungan maupun gua.

Sumber
:
Berita Terkait
Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Banjir Bandang Solok Resmi Berakhir
Penyelam Bongkar Kamar KM Virgo, Banyak Korban Masih Terjebak di Dalam Bangkai Kapal
Tim BSG Evakuasi 3 Jenazah Lagi di Dalam Bangkai KM Virgo Transport 8
Penyelam Basarnas Temukan Korban di Dalam Bangkai KM Virgo
Basarnas Terjunkan 12 Penyelam Elite Cari 126 Korban Hilang KM Virgo Transport 8
Cari 129 Korban Hilang KM Virgo Transport 8, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut Masalembo