Topikseru.com,
Banjirmasin - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase krusial. Tim penyelam gabungan mulai membuka akses langsung ke kamar-kamar penumpang di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sejumlah kaca jendela kamar terpaksa dipecahkan untuk memungkinkan penyelam masuk ke ruang-ruang yang diduga menjadi lokasi korban terjebak.
Dari penyisiran tersebut, tim menemukan banyak korban di dalam badan kapal. Namun, tidak seluruhnya dapat langsung dievakuasi karena sebagian diduga masih terjepit oleh struktur kapal.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan kondisi tersebut membuat pencarian kini dipusatkan pada bagian interior kapal, khususnya kamar penumpang.
"Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal," kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).
Kaca Kamar Dipecahkan untuk Buka Akses
Tim penyelam gabungan yang diterjunkan dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8 berasal dari Basarnas Special Group (BSG), TNI AL melalui unsur penyelam Kopaska dan Pangkoarmada II, PT Jasalindo, serta unsur lainnya.
Mereka menghadapi kondisi bangkai kapal yang tidak lagi berada dalam posisi normal. Situasi itu membuat akses menuju sejumlah ruang penumpang menjadi sulit.
Untuk mencapai korban, penyelam memecahkan kaca jendela pada beberapa kamar.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka jalur masuk sekaligus memungkinkan proses evakuasi korban yang berada di dalam ruangan kapal.
Sebelumnya, metode serupa juga digunakan dalam operasi pencarian KM Virgo ketika tim menemukan korban yang terjebak di dalam ruang kapal.
Tiga Jasad Ditemukan pada Selasa Pagi
Upaya penyelaman pada Selasa pagi membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga jasad dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Ketiga korban kemudian dibawa ke KN SAR Pacitan sebelum direncanakan dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru.
Setelah tiba di Banjarbaru, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk penanganan dan proses identifikasi.
Penemuan tiga jasad tersebut menambah jumlah korban meninggal yang telah terkonfirmasi dalam kecelakaan kapal tersebut.
Hingga Selasa pukul 11.30 WITA, Basarnas mencatat 126 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sebanyak 117 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Arus Laut Menghambat Evakuasi Korban
Meski sejumlah korban telah berhasil ditemukan di dalam kapal, proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Memasuki sore hari, kondisi air di sekitar bangkai kapal menjadi lebih keruh. Arus laut juga semakin kuat sehingga menyulitkan penyelam mempertahankan posisi ketika berada di dalam kapal.
Putu mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian korban yang sudah terlihat belum dapat ditarik keluar.
"Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat," ujarnya.
Situasi bawah laut menjadi salah satu tantangan utama dalam pencarian korban KM Virgo. Selain visibilitas yang terbatas, posisi kapal yang sudah tidak normal membuat penyelam harus berhati-hati ketika memasuki bagian interior.
Kamar Ekonomi dan Eksekutif Jadi Sasaran Utama
Pada operasi berikutnya, tim SAR akan kembali memusatkan penyelaman pada kompartemen yang digunakan sebagai kamar penumpang.
Pencarian mencakup kamar penumpang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif.
Prioritas tersebut diambil setelah penyelam menemukan indikasi kuat adanya korban yang masih berada di dalam ruangan kapal.
Setelah sektor kamar penumpang ditangani, tim akan mempertimbangkan pencarian di bagian kendaraan yang berada di dalam kapal apabila situasi memungkinkan.
Namun, langkah tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
Kendaraan di Dalam Kapal Saling Bertumpuk
Pencarian pada area kendaraan memiliki tantangan tersendiri.
Putu menjelaskan kendaraan yang berada di dalam KM Virgo Transport 8 telah mengalami perubahan posisi dan saling bertumpuk karena kondisi kapal yang tidak normal.
Situasi tersebut berpotensi menyulitkan pergerakan penyelam sekaligus meningkatkan risiko selama proses pencarian.
"Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas," ujar Putu.
Karena itu, tim SAR akan menyesuaikan proses pencarian dengan kondisi bangkai kapal dan situasi bawah laut.
Evakuasi KM Virgo Dilanjutkan Rabu
Pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 dijadwalkan kembali berlangsung pada Rabu (23/9/2026).
Tim berharap kondisi cuaca dan arus laut lebih bersahabat sehingga penyelam dapat bekerja lebih lama dan membuka lebih banyak akses ke bagian dalam kapal.
Bagi tim SAR, setiap ruang yang berhasil dibuka dapat menjadi titik penting untuk mengetahui keberadaan korban yang masih belum ditemukan.
Dengan 117 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes, operasi di dalam bangkai KM Virgo menjadi salah satu fokus utama pencarian pada tahap berikutnya.
Tim SAR tetap harus berhadapan dengan dua kebutuhan yang berjalan bersamaan: mempercepat evakuasi korban dan memastikan keselamatan para penyelam.
Kondisi bangkai kapal, arus laut, jarak pandang di bawah air, serta posisi kendaraan dan struktur kapal menjadi faktor yang akan menentukan seberapa jauh pencarian dapat dilakukan.
Operasi pencarian pun berlanjut, dengan harapan semakin banyak korban yang terjebak di dalam KM Virgo Transport 8 dapat ditemukan dan dievakuasi.
Berita Terkait