Kamis, 24 September 2026

Gubsu Sampaikan Belangsungkawa pada Bayi yang Meninggal dan Ibu Hamil Ditandu 30 Km Menuju RS di Tapsel

Agus Supratman - Selasa, 12 Mei 2026 23:53 WIB
Gubsu Sampaikan Belangsungkawa pada Bayi yang Meninggal dan Ibu Hamil Ditandu 30 Km Menuju RS di Tapsel
Bobby Nasution Rico Waas
Topikseru.com, Medan - Seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terpaksa ditandu warga ke rumah sakit menggunakan bambu, sejauh 30 kilometer selama 6  jam akibat akses jalan rusak dan jauhnya fasilitas kesehatan. Sang bayi meninggal dunia. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan belangsngkawa. “Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau,” ujar Bobby Nasution saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026). Bobby menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan menegaskan, persoalan pelayanan kesehatan di daerah terpencil harus menjadi perhatian bersama seluruh pemerintah daerah. Menurut Bobby, persoalan utama di wilayah terpencil bukan hanya fasilitas kesehatan, tetapi juga akses infrastruktur menuju layanan kesehatan yang masih terbatas. Karena itu, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya di daerah yang memiliki jarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit. “Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini,” katanya. Bobby menjelaskan, Pemprov Sumut telah meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan pengecekan terhadap standar fasilitas Puskesmas di masing-masing daerah. Menurutnya, apabila standar pelayanan telah terpenuhi, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan. “Standarnya sudah ada. Ketika sudah memenuhi standar, Pemerintah Provinsi akan membantu agar Puskesmas tersebut bisa menjadi Puskesmas rawat inap,” ujarnya. Ia mengatakan program peningkatan Puskesmas rawat inap sebelumnya direncanakan dimulai pada 2027. Namun, pelaksanaannya dipercepat tahun ini setelah adanya dukungan bantuan pemerintah pusat. “Awalnya direncanakan mulai 2027, tetapi kita percepat tahun ini karena ada dukungan bantuan dari pemerintah pusat,” kata Bobby. Selain program peningkatan layanan kesehatan, Pemprov Sumut juga terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah terpencil agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat. Bobby menegaskan, Pemprov Sumut telah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk membantu kabupaten/kota, namun realisasinya tetap memerlukan pengajuan dari pemerintah daerah setempat. “Kita bukan hanya mendorong programnya, tetapi juga menyiapkan dukungan keuangannya. Tinggal bagaimana kabupaten dan kota mengajukan sesuai kebutuhan daerahnya,” pungkasnya.
Sumber
:
Berita Terkait
Haornas ke-43: Bobby Nasution Beri Tali Asih ke 12 Atlet Legendaris Sumut
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
Cara Mencegah Bayi Terpapar Abu Vulkanik Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau
BRT Mebidang Gratis hingga Desember 2026, Ada 30 Bus Listrik dan 121 Halte
MA Tolak Kasasi Jaksa, Eks Pejabat Dishub Siantar Tetap Dibui 1 Tahun
ART di Medan Dituntut 10 Tahun Penjara Karena Buang Jasad Bayi dalam Kardus