Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatera Utara tercatat 5,32 persen, naik dibandingkan 5,05 persen pada Februari 2025.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 70,13 persen menjadi 72,29 persen.
Kenaikan TPAK menunjukkan semakin banyak masyarakat usia kerja yang aktif mencari pekerjaan atau sudah bekerja.
Baca Juga:
Namun, bertambahnya jumlah angkatan kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan penciptaan lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran ikut meningkat.
Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Kota Medan menjadi daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi, yakni 7,99 persen pada Agustus 2025.
Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir delapan dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja di Kota Medan masih belum memperoleh pekerjaan.
Posisi berikutnya ditempati:
Tingginya angka pengangguran di sejumlah daerah perkotaan dan kawasan penyangga Medan menunjukkan bahwa persaingan memperoleh pekerjaan formal masih cukup ketat.
Sebaliknya, beberapa kabupaten mencatat tingkat pengangguran yang sangat rendah.
Lima daerah dengan TPT terendah adalah:
| Kabupaten/Kota | TPT Agustus 2025 |
|---|---|
| Pakpak Bharat | 0,91% |
| Samosir | 0,87% |
| Nias Barat | 0,97% |
| Toba | 1,00% |
| Dairi | 1,21% |
Rendahnya tingkat pengangguran di daerah tersebut mengindikasikan sebagian besar angkatan kerja telah terserap, baik di sektor pertanian, perdagangan, usaha keluarga maupun sektor informal lainnya.
Selain pengangguran, data juga memperlihatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam dunia kerja.
Kabupaten dengan TPAK tertinggi pada Agustus 2025 meliputi:
| Kabupaten/Kota | TPAK Agustus 2025 |
|---|---|
| Pakpak Bharat | 87,28% |
| Humbang Hasundutan | 87,00% |
| Karo | 86,04% |
| Samosir | 84,80% |
| Dairi | 83,24% |
Angka tersebut berarti lebih dari delapan dari setiap sepuluh penduduk usia kerja di daerah tersebut aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
Sementara itu, sejumlah kota mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja yang relatif rendah.
Beberapa daerah dengan TPAK terendah antara lain:
Rendahnya TPAK dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingkat pendidikan, jumlah penduduk yang masih bersekolah, hingga masyarakat yang memilih tidak masuk ke pasar kerja.
Data Sakernas menunjukkan pasar kerja di Sumatera Utara masih menghadapi tantangan.
Meningkatnya partisipasi angkatan kerja merupakan sinyal positif karena semakin banyak masyarakat yang siap bekerja.
Namun, kenaikan tersebut perlu diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja baru agar peningkatan jumlah pencari kerja tidak berujung pada bertambahnya pengangguran.
Penguatan sektor industri, perdagangan, pariwisata, pertanian modern, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan kerja di berbagai kabupaten dan kota.
Catatan: Data bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Pada beberapa daerah seperti Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan, data TPT Agustus tercatat NA sehingga tidak dimasukkan dalam pemeringkatan.