Topikseru.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengunci tahap akhir seleksi penetapan peserta program Pemagangan Nasional (MagangHub) 2026 Tahap 2. Puluhan ribu lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi yang lolos seleksi dijadwalkan mulai menjalani masa magang industri secara serentak pada awal pekan mendatang.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengonfirmasi bahwa pengumuman penetapan peserta terpilih MagangHub 2026 Tahap 2 akan dirilis secara resmi pada Jumat, 18 September 2026.
"Seleksi dan penetapan peserta dilakukan terhadap peserta yang telah diusulkan oleh mitra penyelenggara sesuai dengan ketentuan program," ujar Darmawansyah dalam rilis resmi di Jakarta.
Tahapan Seleksi dan Jadwal Pelaksanaan
Proses penyaringan seleksi fresh graduate Kemnaker ini berjalan secara berjenjang setelah melewati serangkaian tahapan administrasi dan evaluasi teknis dari mitra perusahaan penyedia lowongan.
Tahapan Program
- Pendaftaran Mitra & Lowongan 21 - 31 Agustus 2026
- Verifikasi & Penayangan Lowongan 1 - 3 September 2026
- Pendaftaran Peserta 3 - 8 September 2026
- Rekrutmen & Pengusulan Mitra 9 - 15 September 2026
- Penetapan oleh Kemnaker 16 - 17 September 2026
- Pengumuman Hasil 18 September 2026
- Awal Pelaksanaan Magang 21 September 2026
Peserta yang terkonfirmasi lolos penetapan dapat memantau status kelulusan secara mandiri dengan mengakses portal resmi maganghub.kemnaker.go.id.
Target 150 Ribu Peserta dan Penyiapan Tenaga Kerja
Program pengumuman Magang Nasional Kemnaker pada gelombang kedua ini merupakan bagian dari pemenuhan target besar pemerintah dalam menjaring 150.000 peserta magang sepanjang tahun 2026. Kemnaker membagi alokasi tersebut ke dalam tiga gelombang utama.
"Setiap angkatan dialokasikan kuota MagangHub Kemnaker sebanyak 50 ribu peserta," jelas Darmawansyah.
Melalui program magang berdurasi enam bulan ini, para lulusan baru dibekali pengalaman kerja riil di sektor industri.
Selain mendapatkan pendampingan langsung dari mentor profesional, para peserta dirancang untuk memahami etika budaya kerja, mengasah kompetensi teknis maupun nonteknis (soft skills), serta membangun portofolio karir guna memperluas jejaring profesional saat memasuki pasar kerja nasional.
Berita Terkait