Rabu, 23 September 2026

Mayoritas Pekerja di Sumatera Utara Bekerja Penuh Waktu, Kelompok Usia 30-an Jadi Tulang Punggung

ari tanjung - Kamis, 23 Juli 2026 15:56 WIB
Mayoritas Pekerja di Sumatera Utara Bekerja Penuh Waktu, Kelompok Usia 30-an Jadi Tulang Punggung
Infografis ilustratif yang menggambarkan distribusi pekerja di Sumatera Utara berdasarkan kelompok usia dan jam kerja, dengan dominasi pekerja penuh waktu

Topikseru.com, Medan - Hampir 8 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas tercatat bekerja di Sumatera Utara sepanjang pekan sebelum Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiga bekerja lebih dari 35 jam dalam seminggu. Di balik angka itu, kelompok usia produktif 25–39 tahun menjadi motor utama dunia kerja, sementara pekerja lanjut usia masih menunjukkan partisipasi yang cukup tinggi.

Lebih dari 65 Persen Pekerja Bekerja di Atas 35 Jam per Minggu

Data Sakernas Agustus 2025 menunjukkan terdapat 7.976.273 penduduk bekerja di Sumatera Utara.

Distribusi jam kerja memperlihatkan dominasi pekerja penuh waktu.

Jam kerja Jumlah Persentase
0 jam 92.492 1,16%
1–14 jam 812.716 10,19%
15–34 jam 1.828.082 22,92%
35 jam atau lebih 5.242.983 65,73%

Artinya, sekitar dua dari tiga pekerja di Sumatera Utara menghabiskan sedikitnya 35 jam kerja dalam sepekan. Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kerja berada dalam kategori pekerja penuh waktu.

Sebaliknya, pekerja dengan jam kerja sangat pendek (1–14 jam) hanya sekitar satu dari sepuluh pekerja.

Usia 30–34 Tahun Menjadi Kelompok Pekerja Terbesar

Dilihat berdasarkan kelompok umur, pekerja paling banyak berasal dari usia 30–34 tahun.

Kelompok umur Jumlah pekerja
30–34 tahun 979.888
25–29 tahun 971.645
35–39 tahun 958.540
40–44 tahun 884.597
60 tahun ke atas 863.956

Kelompok usia tersebut merupakan fase ketika sebagian besar masyarakat telah memiliki pekerjaan tetap sekaligus berada pada puncak produktivitas.

Menariknya, jumlah pekerja usia 60 tahun ke atas masih mencapai 863.956 orang, bahkan lebih tinggi dibanding kelompok usia 45–49 tahun maupun 50–54 tahun.

Pekerja Lansia Masih Mendominasi Sebagian Sektor

Fenomena tingginya jumlah pekerja berusia di atas 60 tahun menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih aktif mencari nafkah setelah memasuki usia lanjut.

Kelompok ini juga memiliki jumlah pekerja dengan jam kerja pendek paling besar.

Sebanyak:

  • 154.925 orang bekerja 1–14 jam.
  • 259.763 orang bekerja 15–34 jam.
  • 422.995 orang masih bekerja lebih dari 35 jam per minggu.

Data ini mengindikasikan bahwa tidak sedikit lansia yang masih bekerja penuh waktu, meski sebagian lainnya mulai mengurangi jam kerja.

Pekerja Muda Masih Beradaptasi Memasuki Dunia Kerja

Kelompok usia 15–19 tahun merupakan kelompok pekerja paling sedikit, yakni 377.748 orang.

Dari jumlah tersebut:

  • sekitar 39 persen bekerja 35 jam atau lebih,
  • hampir 22 persen bekerja hanya 1–14 jam.

Proporsi jam kerja pendek yang relatif besar mencerminkan karakteristik usia muda yang masih berada dalam masa transisi, seperti melanjutkan pendidikan, magang, atau bekerja paruh waktu.

Produktivitas Meningkat Seiring Bertambahnya Usia

Jika dibandingkan antar kelompok umur, terlihat pola yang cukup konsisten.

Memasuki usia 20-an hingga awal 40-an, jumlah pekerja penuh waktu meningkat tajam.

Sebagai contoh:

  • usia 20–24 tahun terdapat 569.807 pekerja dengan jam kerja di atas 35 jam,
  • usia 25–29 tahun meningkat menjadi 687.526 orang,
  • mencapai puncaknya pada usia 30–34 tahun sebanyak 705.146 orang.

Setelah itu jumlahnya mulai menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Pola ini menggambarkan siklus normal pasar kerja, ketika produktivitas mencapai puncak pada usia dewasa awal hingga pertengahan sebelum perlahan berkurang menjelang usia pensiun.

Data Sakernas Agustus 2025 memperlihatkan bahwa pasar kerja di Sumatera Utara masih ditopang oleh pekerja usia produktif yang bekerja penuh waktu. Di sisi lain, tingginya jumlah pekerja berusia 60 tahun ke atas menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan ketenagakerjaan, peningkatan kualitas pekerjaan, hingga perlindungan bagi pekerja lanjut usia.

Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Pengumuman MagangHub 2026 Tahap 2 Rilis 18 September, 50 Ribu Peserta Siap Magang
Ekspor Sumut Makin Kuat, China Jadi Pasar Terbesar dengan Nilai US$1,32 Miliar
RUU Ketenagakerjaan Dikebut, Said Iqbal: Jangan Sampai Buruh Dirugikan
Buruh Minta Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Dicabut, Soroti Pesangon PHK dan Outsourcing
Penumpang Transportasi Sumut Meningkat pada Juni 2026, Kualanamu Catat 179.694 Penumpang Domestik
Kunjungan Wisman ke Sumut Turun 17,76 Persen pada Juni 2026, Capai 148.102 pada Semester I