Kamis, 24 September 2026

BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Dapur SPP Kena Sanksi Berat

Muchlis - Senin, 17 Agustus 2026 02:15 WIB
BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Dapur SPP Kena Sanksi Berat
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono saat memberikan keterangan mengenai evaluasi penerima program Makan Bergizi Gratis.
Topikseru.com, Berastagi - Kasus dugaan keracunan yang menimpa siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai menemukan titik terang. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya dugaan kelalaian dalam proses pengelolaan bahan makanan di dapur MBG yang melayani para siswa terdampak. Kepala BGN Sudaryono menyampaikan temuan tersebut saat meninjau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi, Minggu (16/8/2026). Dalam kunjungan itu, Sudaryono juga menerima luapan emosi dari salah satu orang tua siswa. Dia memahami kekecewaan wali murid yang anaknya mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Orang Tua Minta Penyebab Kejadian Dibuka

Sudaryono mengatakan orang tua siswa memiliki dua tuntutan utama setelah insiden dugaan keracunan MBG Berastagi. Pertama, mereka meminta pemerintah terbuka mengenai penyebab kejadian. Kedua, para orang tua ingin memastikan anak-anak mereka memperoleh penanganan medis secara maksimal. "Tuntutannya untuk keterbukaan keracunan karena apa. Dan mendapatkan pengobatan yang prima. Saya kira dua itu tidak ada yang ditutupi," ujar Sudaryono. Menurut dia, pemerintah saat ini menempatkan kondisi para siswa sebagai prioritas. Seluruh korban yang masih menjalani perawatan diharapkan mendapatkan penanganan sampai dinyatakan pulih.

BGN Soroti Penyimpanan Ikan

Di tengah proses evaluasi, BGN menemukan persoalan pada pengelolaan bahan baku makanan. Salah satu temuan sementara berkaitan dengan penyimpanan ikan yang digunakan dalam menu MBG. Sebagian ikan disebut tidak dimasukkan ke dalam freezer selama lebih dari 12 jam. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan bahan makanan yang seharusnya memenuhi standar keamanan pangan. "Sementara diidentifikasi karena ikan itu yang sebagian tidak dimasukkan ke freezer lebih dari 12 jam. Kelalaian," kata Sudaryono. Namun, temuan tersebut masih merupakan hasil identifikasi sementara. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa tetap menjadi bagian dari proses investigasi.

Dapur MBG Berastagi Langsung Ditutup

BGN mengambil langkah tegas terhadap dapur yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi lokasi penyediaan makanan MBG di Berastagi ditutup dan dikategorikan melakukan pelanggaran berat. Tak hanya penghentian operasional, proses pencopotan hingga pemecatan pihak yang dinilai bertanggung jawab juga mulai dilakukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap pengelolaan dapur sekaligus upaya mencegah insiden serupa kembali terjadi. Keamanan pangan menjadi salah satu aspek krusial dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, mengingat makanan didistribusikan kepada siswa dalam jumlah besar.

Aparat Diminta Ungkap Penyebab Pasti

Penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada evaluasi internal BGN. Sudaryono mengatakan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum telah diserahkan kepada aparat penegak hukum. BGN, kata dia, akan menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah dugaan kelalaian dalam pengelolaan bahan makanan berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Ratusan Siswa Terdampak

Kepala BGN Sudaryono meninjau siswa korban dugaan keracunan MBG di Berastagi Kasus dugaan keracunan MBG di Berastagi sebelumnya menyebabkan ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program pemerintah tersebut. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan perawatan medis, termasuk di Rumah Sakit Efarina Etaham. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. BGN menyatakan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lokasi tersebut masih berlangsung. Pemerintah juga berupaya memastikan para siswa terdampak memperoleh penanganan yang optimal sembari menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kejadian. Bagi BGN, temuan terkait penyimpanan ikan menjadi catatan penting untuk memperketat pengawasan dapur MBG. Di sisi lain, proses hukum akan menentukan secara lebih jelas penyebab kasus keracunan siswa di Berastagi dan pihak yang harus bertanggung jawab.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
LBH Medan Desak MBG Dihentikan: Puluhan Ribu Anak Keracunan, Korban Alami Hilang Ingatan
Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Sita Rp 8,4 M, Dolar Tertimbun di Pikap
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi untuk Wisatawan
566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Kini Tinggal 34 yang Dirawat