Rabu, 23 September 2026

BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Sumut Sepekan ke Depan, Medan hingga Nias Wajib Waspada

Muchlis - Senin, 31 Agustus 2026 23:26 WIB
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Sumut Sepekan ke Depan, Medan hingga Nias Wajib Waspada
Prakiraan cuaca Sumatera Utara BMKG dan potensi hujan lebat
Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara (Sumut) diminta tidak lengah menghadapi perubahan cuaca dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan seperti Medan dan Binjai hingga sejumlah daerah di pantai barat, dataran tinggi, kepulauan Nias, dan kawasan Sumatera Utara lainnya. Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG, Martha Rosefina, mengatakan potensi hujan tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang sedang berlangsung di wilayah Sumatera Utara. "Kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sumatera Utara," kata Martha dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin (31/8/2026).

Kenapa Sumut Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat?

BMKG menjelaskan terbentuknya awan hujan di Sumatera Utara tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu pemicunya adalah adanya belokan dan konvergensi angin yang berada di sekitar Pantai Barat hingga Lereng Timur Sumatera Utara. Kondisi tersebut menyebabkan massa udara berkumpul di suatu wilayah sehingga mendukung pembentukan awan hujan. Situasi ini diperkuat oleh aktivitas gelombang atmosfer serta anomali suhu muka laut atau SST yang masih hangat. Indeks labilitas udara yang tinggi juga membuat atmosfer di sejumlah wilayah Sumatera Utara cukup mendukung pertumbuhan awan konvektif. Artinya, masyarakat masih perlu mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat berlangsung cukup cepat, terutama ketika awan hujan mulai berkembang.

Hujan Lebat Berpotensi Muncul Sore hingga Malam

Ada pola waktu yang perlu diperhatikan masyarakat. BMKG menyebut penguatan Monsun Australia dapat mengurangi tutupan awan pada pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut membuat suhu udara meningkat dan proses pemanasan permukaan atau solar heating menjadi lebih optimal. Energi panas yang terbentuk kemudian dapat meningkatkan aktivitas awan konvektif. Akibatnya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat muncul terutama pada sore hingga malam hari. Hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat serta bersifat lokal. Masyarakat pun diminta tidak terkecoh dengan kondisi langit yang terlihat cerah pada pagi hari. Cuaca cerah pada pagi hingga siang tidak serta-merta berarti kondisi akan tetap sama sampai malam.

Medan hingga Deli Serdang Masuk Wilayah yang Perlu Waspada

Potensi hujan tidak hanya terjadi di satu kawasan. BMKG mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dalam sepekan mendatang. Di kawasan timur dan sekitar Medan, daerah yang masuk dalam prakiraan antara lain Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Simalungun dan Pematang Siantar. Sementara itu, wilayah dataran tinggi dan kawasan barat juga tidak luput dari potensi hujan. Daerah tersebut meliputi Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Toba dan Samosir. Potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Tapanuli, antara lain Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal. Bahkan wilayah Kepulauan Nias juga perlu memperhatikan perkembangan cuaca. Wilayah yang masuk dalam prakiraan meliputi Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat. Dengan cakupan wilayah yang luas, masyarakat diminta menjadikan informasi cuaca BMKG sebagai salah satu acuan sebelum menjalankan aktivitas.

Warga Diminta Siapkan Langkah Antisipasi

BMKG mengimbau masyarakat Sumatera Utara tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode prakiraan. Terutama ketika hujan deras mulai turun, masyarakat perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya petir dan angin kencang yang muncul secara tiba-tiba. Bagi pengendara, kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang menurun juga perlu diperhitungkan. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi prakiraan cuaca yang beredar melalui media sosial tanpa sumber yang jelas. "Selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi," ujar Martha.

Kepala Daerah Diminta Aktif Koordinasi

Potensi hujan lebat yang tersebar di banyak wilayah juga menjadi perhatian pemerintah daerah. BMKG mengimbau para kepala daerah untuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri di wilayah masing-masing. Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah antisipasi dapat dilakukan apabila terjadi kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat atau memicu bencana hidrometeorologi. Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca Sumatera Utara dapat dipantau melalui media sosial resmi BMKG Sumut, @infobmkgsumut. Masyarakat juga dapat memperoleh layanan informasi dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melalui layanan informasi yang tersedia. BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat Sumatera Utara disarankan tetap memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum bepergian, khususnya pada sore hingga malam ketika potensi hujan lebat diperkirakan meningkat.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
Puting Beliung Terjang Tarutung, Enam Rumah Warga Rusak
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
BMKG Rilis Peringatan Ganda di Sumut: Gelombang 4 Meter di Nias dan Bahaya Kabut Asap