Topikseru.com,
Medan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Kanwil Sumut) memperkuat kesiapsiagaan rantai pasok logistik pangan untuk menopang kebutuhan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. BUMN pangan ini menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan beras cadangan pangan pemerintah begitu regulasi tanggap darurat daerah diterbitkan.
Kepastian tersebut krusial mengingat eskalasi erupsi Gunung Sinabung telah memaksa sedikitnya 211 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke area yang lebih aman, berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut.
Mekanisme Penyaluran Menunggu Keputusan Pemda
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa secara teknis operasional, perseroan siap mengucurkan komoditas beras kapan saja. Namun, penarikan cadangan pangan daerah memerlukan alur legalitas yang sah.
"Pada prinsipnya kami siap menyalurkan beras tersebut, hanya saja tidak bisa mengeluarkan beras sendiri karena harus ada surat keputusan dari pemerintah setempat dalam penyaluran cadangan beras tersebut," tegas Budi dalam keterangannya di Medan, Sabtu (5/9/2026).
Sebelumnya, aksi cepat penanganan darurat telah dieksekusi oleh Bulog Kantor Cabang Kabanjahe. Sebanyak 2,5 ton beras cadangan pangan telah dikucurkan untuk menjamin konsumsi 376 jiwa warga Desa Kuta Tengah yang dievakuasi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Ketahanan Stok Pangan Sumut Tembus 43.000 Ton
Di luar alokasi tanggap bencana, Bulog Sumut menjamin ketahanan pasokan beras di wilayahnya berada dalam kondisi sangat aman. Ketersediaan stok di berbagai gudang penyimpanan saat ini mencapai 43.000 ton.
Volume cadangan yang melimpah tersebut diproyeksikan sanggup mengover berbagai program penugasan negara, mulai dari intervensi pasar melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan bersubsidi, hingga alokasi cadangan darurat bencana.
"Stok yang tersedia terus kami kelola sesuai kebutuhan dan penugasan pemerintah, sehingga dapat disalurkan melalui berbagai program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tambah Budi.
Guna menjamin mutu ketersediaan beras cadangan pangan pemerintah tetap prima selama masa penyimpanan, Bulog Sumut menerapkan protokol perawatan komoditas secara ketat melalui fumigasi dan penyemprotan berkala sesuai standar ketahanan pangan nasional.
Berita Terkait