Sabtu, 03 Oktober 2026

Tagihan Listrik Membengkak? Ini 9 Kebiasaan di Rumah yang Bisa Bikin Boros

Rizky Aisyah - Sabtu, 03 Oktober 2026 18:37 WIB
Tagihan Listrik Membengkak? Ini 9 Kebiasaan di Rumah yang Bisa Bikin Boros
Liputan6
Ilustrasi penggunaan peralatan elektronik rumah tangga. Mengatur pemakaian AC, lampu, dan perangkat listrik lainnya dapat membantu menghemat energi serta mengendalikan tagihan bulanan.

Topikseru.com -Tagihan listrik yang tiba-tiba meningkat sering kali membuat pengeluaran rumah tangga membengkak. Kondisi ini terkadang terjadi meskipun penghuni rumah merasa tidak menggunakan banyak peralatan elektronik atau tidak mengubah kebiasaan sehari-hari.

Padahal, konsumsi listrik tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang digunakan, tetapi juga daya peralatan, durasi pemakaian, dan frekuensi penggunaannya. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali bisa menambah pemakaian listrik jika tidak dikendalikan.

Pendingin ruangan atau AC, kulkas, mesin cuci, penanak nasi, hingga perangkat elektronik yang dibiarkan menyala dapat berkontribusi terhadap konsumsi energi rumah tangga. Karena itu, mengevaluasi penggunaan peralatan sehari-hari bisa menjadi langkah awal untuk menghemat listrik

Baca Juga:

Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan agar tagihan listrik tidak terus meningkat?

1. Membiarkan AC Menyala Terlalu Lama

AC menjadi salah satu peralatan yang perlu diperhatikan, terutama di daerah bercuaca panas. Penggunaan dalam waktu lama dapat mengonsumsi listrik cukup besar, bergantung pada daya, efisiensi perangkat, suhu yang diatur, dan kondisi ruangan.

Kebiasaan mengatur suhu terlalu rendah juga dapat membuat AC bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Untuk menghemat listrik, atur suhu AC pada tingkat yang tetap nyaman, tutup pintu dan jendela ketika AC menyala, serta bersihkan filter secara berkala sesuai petunjuk produsen. Gunakan fitur pengatur waktu jika ruangan tidak lagi digunakan.

Jika memungkinkan, manfaatkan ventilasi alami atau kipas angin ketika kondisi cuaca mendukung.

2. Lampu Tetap Menyala di Ruangan Kosong

Kebiasaan membiarkan lampu menyala di ruangan yang tidak digunakan mungkin terlihat sepele. Namun, konsumsi listriknya dapat bertambah jika dilakukan setiap hari dan melibatkan banyak lampu.

Biasakan mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan dalam waktu lama. Penggunaan lampu LED juga dapat menjadi pilihan karena umumnya lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar dengan tingkat pencahayaan yang sebanding.

Selain itu, manfaatkan cahaya matahari pada siang hari dengan membuka tirai atau jendela selama kondisi memungkinkan.

Langkah sederhana ini tidak memerlukan perubahan besar, tetapi dapat membantu mengurangi pemakaian listrik secara konsisten.

3. Membiarkan Perangkat Elektronik dalam Mode Siaga

Televisi, komputer, konsol permainan, dan sejumlah perangkat lain dapat tetap mengonsumsi listrik ketika berada dalam mode siaga atau standby.

Besarnya konsumsi bergantung pada jenis dan model perangkat. Karena itu, tidak semua perangkat memiliki tingkat penggunaan listrik siaga yang sama.

Untuk mengurangi konsumsi tersebut, matikan perangkat sepenuhnya jika tidak digunakan dalam waktu lama. Penggunaan terminal listrik dengan sakelar juga dapat membantu memutus aliran listrik ke perangkat tertentu, selama dilakukan dengan aman dan sesuai petunjuk penggunaannya.

Namun, jangan memutus daya perangkat yang memang perlu tetap aktif, seperti peralatan medis atau perangkat yang harus menyala untuk menjaga fungsi tertentu.

4. Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Kulkas membutuhkan listrik untuk mempertahankan suhu dingin. Ketika pintunya terlalu sering dibuka atau dibiarkan terbuka terlalu lama, udara hangat masuk sehingga sistem pendingin perlu bekerja untuk mengembalikan suhu di dalamnya.

Kebiasaan ini dapat meningkatkan penggunaan energi, terutama jika terjadi berulang kali.

Salah satu cara mengatasinya adalah mengambil seluruh bahan yang diperlukan sekaligus sebelum menutup kembali pintu kulkas. Pastikan pula karet pintu masih rapat dan suhu diatur sesuai rekomendasi produsen.

Hindari memasukkan makanan panas dalam jumlah besar secara langsung ke dalam kulkas. Biarkan makanan mendingin dengan aman terlebih dahulu sebelum disimpan.

5. Menggunakan Mesin Cuci untuk Sedikit Pakaian

Mesin cuci membantu pekerjaan rumah menjadi lebih praktis, tetapi frekuensi penggunaannya juga perlu diperhatikan.

Menjalankan mesin cuci berkali-kali untuk pakaian dalam jumlah sedikit dapat menambah konsumsi listrik dan air. Jika memungkinkan, kumpulkan cucian hingga mencapai jumlah yang sesuai dengan kapasitas mesin.

Meski demikian, mesin tidak boleh diisi melebihi kapasitas yang dianjurkan karena dapat mengganggu kinerja dan hasil pencucian.

Pilih program pencucian sesuai tingkat kekotoran pakaian. Penggunaan fitur hemat energi atau pencucian dengan suhu air lebih rendah, jika sesuai dengan kebutuhan, juga dapat membantu mengurangi konsumsi energi.

6. Menyalakan Penanak Nasi Terlalu Lama

Penanak nasi atau rice cooker sering dibiarkan dalam mode penghangat setelah nasi matang. Mode ini tetap menggunakan listrik untuk mempertahankan suhu nasi.

Konsumsi listriknya bergantung pada daya dan cara kerja masing-masing perangkat. Meski penggunaan mode penghangat tidak selalu boros, durasi yang terlalu lama dapat menambah pemakaian energi.

Agar lebih efisien, sesuaikan jumlah nasi yang dimasak dengan kebutuhan keluarga. Hindari memasak dalam jumlah berlebihan jika sebagian besar nasi akhirnya tidak dikonsumsi.

Jika nasi perlu disimpan untuk waktu lebih lama, ikuti panduan keamanan pangan yang sesuai. Jangan membiarkan nasi berada terlalu lama pada suhu ruang karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

7. Menggunakan Setrika Berulang Kali

Menyetrika pakaian sedikit demi sedikit setiap hari dapat membuat peralatan digunakan lebih sering. Setrika listrik juga membutuhkan daya yang relatif besar ketika elemen pemanasnya bekerja.

Salah satu cara menghemat listrik adalah mengumpulkan pakaian yang perlu disetrika dan mengerjakannya sekaligus jika memungkinkan.

Kelompokkan pakaian berdasarkan jenis kain agar pengaturan suhu tidak perlu sering diubah. Gunakan suhu sesuai label perawatan pakaian dan matikan setrika setelah selesai digunakan.

Selain membantu efisiensi energi, kebiasaan ini juga membuat pekerjaan rumah lebih teratur.

8. Tidak Memperhatikan Kondisi Peralatan Listrik

Peralatan listrik yang tidak terawat dapat bekerja kurang efisien atau mengalami gangguan. Filter AC yang kotor, misalnya, dapat menghambat aliran udara. Sementara itu, karet pintu kulkas yang tidak rapat dapat membuat udara dingin lebih mudah keluar.

Karena itu, perawatan berkala penting untuk menjaga kinerja perangkat. Bersihkan bagian yang memang boleh dibersihkan oleh pengguna dan ikuti petunjuk perawatan dari produsen.

Jika terdapat kabel terkelupas, steker terasa panas, bau terbakar, atau suara yang tidak biasa, hentikan penggunaan jika aman dilakukan dan mintalah bantuan teknisi yang kompeten. Jangan mencoba memperbaiki instalasi listrik sendiri tanpa pengetahuan dan perlengkapan yang memadai.

9. Tidak Memantau Pemakaian Listrik

Tagihan yang meningkat tidak selalu disebabkan oleh satu perangkat tertentu. Perubahan jumlah penghuni rumah, penggunaan AC yang lebih lama, pembelian peralatan baru, atau perubahan pola aktivitas juga dapat memengaruhi konsumsi listrik.

Karena itu, penting untuk memantau pemakaian secara berkala.

Bagi pelanggan pascabayar, periksa rincian tagihan dan bandingkan pemakaian dengan bulan sebelumnya. Bagi pelanggan prabayar, catat pembelian token dan pantau seberapa cepat saldo listrik berkurang dalam kondisi pemakaian yang relatif sama.

Perlu diingat, jumlah rupiah yang dibayarkan untuk token tidak selalu mencerminkan pemakaian energi secara langsung karena dipengaruhi tarif, pajak, dan komponen lain yang berlaku. Jika ingin membandingkan konsumsi, perhatikan penggunaan energi dalam kilowatt-jam (kWh) bila datanya tersedia.

Berita Terkait
Tips Makan Sehat Tanpa Harus Mengeluarkan Banyak Uang, Begini Cara Mengaturnya
Sering Dianggap Sepele, 7 Gejala Ini Bisa Jadi Sinyal Tubuh yang Perlu Diperhatikan
Punya Nilai Jual Tinggi, 5 Produk Lokal Sumut Ini Berpeluang Tembus Pasar Dunia
Tergerus Zaman? 4 Tradisi Sumatera Utara Ini Menyimpan Warisan yang Tak Banyak Dikenal Anak Muda
Tak Banyak Diketahui, 3 Oktober Jadi Hari Bersejarah bagi Indonesia dan Jerman
Dikira Cuma Kerja Tradisional, Ternyata Profesi Ini Masih Jadi Sumber Cuan di Sumut