Topikseru.com - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah posisi strategis di tubuh Polri. Salah satu nama yang mendapat jabatan baru adalah Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap yang kini dipercaya memimpin Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Penunjukan Mahmud Nazly Harahap menjadi Kadiv Propam Polri tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Mutasi tersebut menjadi bagian dari rotasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Dari jumlah itu, 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru.
Baca Juga:
Mahmud Nazly menggantikan Irjen Pol Abdul Karim, yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Kasespim) Lemdiklat Polri.
Pergantian tersebut membuat posisi Kadiv Propam kembali menjadi salah satu jabatan strategis yang mendapat perhatian dalam perombakan awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
Jabatan tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan kariernya setelah menjalani penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN).
Dalam catatan Lemhannas, Mahmud Nazly tercatat sebagai Pati Baintelkam Polri dengan penugasan di BIN.
Sementara profil resmi Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (MWA USU) juga mencatat pengalaman Nazly di bidang intelijen, keamanan, dan penegakan hukum.
Penugasan di BIN berlangsung sejak akhir 2023 hingga sebelum dirinya kembali mendapatkan tugas di lingkungan Baharkam Polri pada 2026.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang mengantarnya ke posisi Kadiv Propam Polri.
Profil MWA USU mencatat sejumlah pendidikan yang pernah ditempuhnya, antara lain pendidikan PTIK, Sespimti, PKN Tingkat I, Lemhannas, hingga pendidikan doktoral di Universitas Jayabaya.
Kariernya kemudian memasuki fase penting pada penghujung 2023.
Saat itu, Nazly mendapat penugasan sebagai perwira tinggi Baintelkam Polri di BIN. Penempatan tersebut membuat dirinya menjalankan tugas di luar struktur operasional kepolisian selama beberapa tahun.

Setelah kembali ke lingkungan Polri, ia dipercaya memimpin Korps Sabhara Baharkam.
Dari posisi tersebut, perjalanan kariernya kembali bergerak ke tingkat Mabes Polri dengan jabatan baru sebagai Kadiv Propam.
Ia tercatat sebagai anggota Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (MWA USU) periode 2025-2030.
Profil resmi MWA USU mencatat Nazly sebagai salah satu anggota yang berasal dari unsur masyarakat. Pengalaman dan latar belakangnya di bidang kepolisian menjadi salah satu bagian dari komposisi MWA yang melibatkan unsur pemerintah, profesional, akademisi, dan masyarakat.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Nazly tidak hanya bersinggungan dengan institusi kepolisian, tetapi juga dengan dunia pendidikan tinggi.
Ia merupakan putra M. Saleh Harahap, yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan periode 1999-2004. Informasi mengenai latar belakang keluarga tersebut juga tercatat dalam sejumlah profil mengenai perjalanan karier Nazly.
Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari kisah perjalanan seorang perwira yang kemudian meniti karier di kepolisian hingga mencapai pangkat inspektur jenderal.
Namun, jabatan sebagai Kadiv Propam membawa tanggung jawab yang berbeda dibanding sejumlah posisi sebelumnya.
Dengan pengalaman di bidang intelijen, keamanan, Sabhara, hingga penugasan lintas lembaga, Mahmud Nazly kini menghadapi tugas baru di salah satu divisi yang berkaitan langsung dengan tata kelola internal institusi kepolisian.
Kapolri Suyudi menyusun mutasi tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier personel.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi dan mutasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri," kata Johnny dalam keterangan resminya, Sabtu (3/10/2026).
Dengan penunjukan tersebut, Mahmud Nazly Harahap resmi memasuki babak baru dalam karier kepolisiannya sebagai Kadiv Propam Polri.
Perjalanan dari Baintelkam dan penugasan di BIN, kemudian memimpin Korps Sabhara, hingga dipercaya mengemban tugas di Divisi Propam menjadi rangkaian penting dalam rekam jejak perwira kelahiran Sumatera Utara tersebut.