Topikseru.com -Perempuan asal Sumatera Utara tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan, pemerintahan maupun profesi sipil. Di lingkungan militer, sejumlah perempuan asal daerah ini juga mencatat perjalanan karier yang menarik.
Salah satunya Serda (K) Afriya Lubis, perempuan kelahiran Pardamean Baru, Medan, yang pernah menjadi bagian dari sejarah penerjun Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) di Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Kisah Afriya menjadi perhatian karena ia termasuk Kowad penerjun angkatan pertama di Kostrad. Saat diberitakan pada 2018, usianya baru 22 tahun.
Baca Juga:
Sebagai personel Kostrad, Afriya mengikuti pendidikan Para Dasar di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Bandung. Pendidikan tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dijalani sebelum dirinya melakukan penerjunan.
Latihan tidak hanya dilakukan melalui praktik. Para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teori dan latihan kering sebelum akhirnya melakukan penerjunan dari pesawat.
Afriya kemudian melakukan penerjunan statik sebanyak tujuh kali selama pendidikan Para Dasar. Pengalaman tersebut justru membuatnya semakin tertarik dengan dunia penerjunan.
Tidak berhenti di sana, pada Februari 2017 ia melanjutkan pendidikan terjun bebas militer atau freefall. Dalam pendidikan sekitar satu setengah bulan tersebut, Afriya tercatat melakukan 33 kali penerjunan.
Pengalamannya juga mencakup penerjunan dari helikopter Mi-17 pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 9.000 kaki. Ia bahkan pernah mengikuti penerjunan malam sebagai bagian dari pendidikan yang dijalaninya.
Dalam pemberitaan yang bersumber dari keterangan Kostrad, terdapat empat Kowad penerjun yang tercatat saat itu, dengan penempatan di beberapa satuan Kostrad.
Bagi Afriya, pengalaman tersebut bukan hanya tentang keberanian melakukan penerjunan. Ia juga berharap kemampuan tersebut dapat terus dilanjutkan oleh generasi Kowad berikutnya.
Kisah perempuan asal Medan ini memperlihatkan bahwa perjalanan seorang prajurit perempuan di lingkungan TNI dapat membawa mereka menjalani tugas dan latihan dengan kemampuan khusus.
Afriya bukan sekadar nama dari Sumatera Utara yang masuk ke lingkungan militer. Ia juga pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kowad penerjun di Kostrad, sebuah pencapaian yang membuat kisahnya menarik untuk dikenang.