Jumat, 25 September 2026

Gerakan Tutup TPL: Gokesu Temui Gubernur Sumut Bobby Nasution, Begini Hasilnya!

Administrator - Senin, 24 November 2025 20:42 WIB
Gerakan Tutup TPL: Gokesu Temui Gubernur Sumut Bobby Nasution, Begini Hasilnya!
Gubernur Sumut Bobby Nasution menggelar pertemuan dengan Sekber Gokesu terkait rencana penutupan PT Toba Pulp Lestari
Topikseru.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menggelar pertemuan dengan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis (Gokesu) untuk menindaklanjuti tuntutan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan Polonia, Senin (24/11/2025). Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari aksi demonstrasi Gokesu pada 10 November 2025, di mana massa menuntut pemerintah provinsi mengeluarkan surat rekomendasi resmi untuk menghentikan operasional perusahaan pulp yang telah lama menuai konflik agraria di kawasan Tapanuli.

Gubernur Janji Keluarkan Rekomendasi Penutupan PT TPL

Dalam dialog bersama perwakilan Sekber Gokesu, Gubernur Bobby menyampaikan komitmennya untuk merumuskan rekomendasi penutupan dalam waktu satu minggu. Penyusunan rekomendasi disebut akan melibatkan tim dari Pemprov Sumut dan perwakilan Sekber. "Rekomendasi ini akan disusun bersama antara tim Gubernur dan Sekber untuk menutup TPL," ujar Viktor Tinambunan, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Viktor menegaskan bahwa pihaknya akan terlibat penuh dalam penyusunan hingga pengawalan rekomendasi tersebut. "Kami akan kawal sampai PT TPL benar-benar ditutup," katanya.

Pemprov Janji Bekukan Operasional TPL di Wilayah Konflik

Sekber Gokesu menyebut bahwa Gubernur Bobby Nasution memberikan sinyal positif terkait penghentian operasi PT TPL di area yang terjadi sengketa dengan warga. "Ada pengakuan dari Dinas Kehutanan bahwa terdapat tumpang tindih lahan antara TPL dan masyarakat. Karena itu, Gubernur menyatakan siap membekukan kegiatan sementara TPL di wilayah konflik," kata Umum Horas Bangsa Batak (HBB), Lamsiang Sitompul.

Masyarakat Diminta Kelola Lahan Sendiri Selama Proses Penutupan

Ketua Umum Sekber Gokesu, Pastor Walden Sitanggang, menekankan bahwa pemenuhan hak masyarakat merupakan bagian penting dari proses penutupan. Dia meminta agar PT TPL tidak lagi melakukan aktivitas penanaman di lahan yang diklaim sebagai milik warga. "Dalam proses tutup TPL itu, masyarakat harus diberi ruang untuk mengelola lahannya. Mereka butuh makan, dan lahan itu tidak boleh diganggu," tegas Walden.

Dampak Positif bagi Ekonomi dan Lingkungan

Sekber Gokesu menilai bahwa penghentian kegiatan PT TPL akan membawa dampak jangka panjang bagi pemulihan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba dan Tapanuli Raya. "Ekonomi Sumatera Utara akan lebih sejahtera, Danau Toba bisa pulih, sungai-sungai hidup kembali, dan masyarakat mendapatkan lingkungan yang lebih baik," kata Viktor.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter