Jumat, 25 September 2026

Korban Banjir di Tapanuli Selatan Mulai Diserang ISPA, Anak-Anak Paling Rentan

Ameq - Senin, 08 Desember 2025 19:10 WIB
Korban Banjir di Tapanuli Selatan Mulai Diserang ISPA, Anak-Anak Paling Rentan
beban perempuan
Topikseru.com - Kondisi para pengungsi banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, semakin memprihatinkan. Setelah dua pekan tinggal di posko darurat, ratusan pengungsi mulai terserang berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Gangguan kesehatan itu banyak ditemukan di tiga desa terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Batang Toru. Selain warga lanjut usia, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami demam, batuk, pilek, hingga mual dan muntah.

ISPA Mendominasi Kasus Penyakit di Pengungsian

Siti Aisyah, salah satu pengungsi yang kini tinggal di Posko Batuhula, mengaku sudah hampir dua minggu bertahan karena rumahnya rusak dihantam banjir bandang. "Sudah 13 hari kami tinggal di sini. Lima anak saya baru saja sembuh dari demam, pilek, batuk, sampai muntah-muntah,” kata Siti kepada Topikseru.com. Meski kebutuhan dasar seperti makanan terpenuhi, Siti mengeluhkan minimnya selimut dan fasilitas tidur malam, terutama bagi anak-anak.

Tim Medis Tangani ISPA dan Penyakit Kulit

Mayor Ari Nasir, dokter penanggung jawab posko kesehatan Batuhula, membenarkan bahwa kasus ISPA mendominasi penyakit yang dialami para pengungsi. "Sebagian besar pasien adalah anak-anak. Selain itu, ada juga lansia yang terserang penyakit kulit akibat kondisi rumah yang masih dipenuhi lumpur," ujarnya. Tim medis terus memberikan pengobatan serta melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Posko Kewalahan Tampung Ribuan Pengungsi

Koordinator pengungsian Batuhula menyebutkan bahwa jumlah pengungsi terus bertambah, sementara kapasitas posko sangat terbatas. "Total ada 1.365 jiwa yang kita tampung. Setiap hari kami menyediakan sekitar 4.500 porsi makanan, baik untuk pengungsi di posko maupun yang menumpang di rumah warga," jelasnya. Selain makanan, posko juga menyediakan kebutuhan bayi, termasuk susu formula, popok, dan perlengkapan lainnya. "Kebutuhan dasar sudah kami usahakan terpenuhi. Namun kondisi di lapangan masih sangat padat dan fasilitas terbatas," tambahnya.
Sumber
:
Berita Terkait
11 Kasus Kejahatan Dibongkar Polres Tapsel, 13 Tersangka Diamankan
Kasus ISPA Tembus 15,6 Juta di 2026, Kemenkes Ungkap Pengaruh Polusi dan Musim Kemarau
Canyoneering di Air Terjun Sisundung, Sensasi Menaklukkan Tebing 23 Meter di Tapanuli Selatan
Bawa 3 Kilogram Ganja Naik Becak Bermotor, IRT di Tapanuli Selatan Ditangkap Polisi
Massa Perkumpulan WIB Geruduk Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Soroti Dugaan Skandal Dana CSR BI dan OJK
Tim SAR Gabungan Temukan Sariman Gulo, Korban Longsor di Batangtoru