TOPIKSERU.COM - Mencari pekerjaan di Indonesia kini menjadi tantangan besar. Banyak faktor
Fenomena WNI di Kamboja, seperti terbatasnya lapangan kerja dan gaji yang tidak memadai, membuat masyarakat sulit memenuhi kebutuhan hidup.
Kondisi ini memaksa sebagian besar Pekerja Migran Indonesia mempertimbangkan untuk mencari peluang kerja di luar negeri.
Salah satu pilihan populer adalah bekerja di Kamboja, khususnya di sektor judi online. Mengapa? Jawabannya terletak pada gaji yang jauh lebih besar dibandingkan standar Indonesia.
[irp posts="6353" ]
Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha seperti yang dilansir dari Antara beberapa waktu lalu, terdapat perbedaan signifikan antara jumlah WNI yang melaporkan diri secara aktif dengan jumlah yang tercatat memiliki izin tinggal di Kamboja.
Data resmi menunjukkan 17.121 WNI aktif melapor diri, namun otoritas Kamboja mencatat hingga 73.724 WNI memiliki izin tinggal.
“Perbedaan ini menunjukkan rendahnya kesadaran untuk melapor diri,” ujar Judha.
Hal ini juga mencerminkan pesatnya pertumbuhan pekerja Indonesia, terutama di sektor judi online yang legal di Kamboja.
[irp posts="7637" ]
Motivasi Utama: Gaji Tinggi
Besarnya gaji menjadi alasan utama bagi banyak WNI, seperti Derisdan Wina, untuk mencoba peruntungan di Kamboja.
Ricky, warga Palembang, menyatakan bahwa ia menerima gaji sekitar Rp8 juta per bulan, belum termasuk bonus. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan UMR di Indonesia.
“Sulit cari kerja di Indonesia. Kalau pun ada, gajinya kecil. Di sini, gaji sebulan bisa 3 kali lipat dari UMR di Indonesia,” ungkap Ricky.
Deris mulai bekerja di Kamboja sejak September 2022. Awalnya, ia diajak oleh temannya saat pandemi Covid-19. Gaji tinggi yang ditawarkan membuat Deris tidak ragu untuk bekerja di sektor judi online, meskipun harus meninggalkan tanah air.
"Aku Sarjana bang komunikasi di Bandung, eh pas wisuda payah kali cari kerjaan, baik di Bandung ataupun palembang, kalau pun ada tawaran kerja, gaji Rp 2 Jutaan. Mau tak mau ada tawaran kerja gini, gaji besar, ya sudah ku ambil tawarannya," ucapnya
Senada dengan itu, Wina, seorang ibu asal Medan, bekerja di Kamboja bersama suaminya sejak 2022. Desakan ekonomi menjadi alasan utama mereka menerima pekerjaan tersebut.
[irp posts="7456" ]
Ia bahkan harus menitipkan anaknya yang berusia tiga tahun kepada orang tuanya di Medan.
“Sulit cari kerja di Medan. Gaji hanya Rp1-2 juta, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Di sini, gajinya lebih besar dan ada bonus,” kata Wina.
Legalitas Judi Online di Kamboja
Kamboja merupakan salah satu negara yang melegalkan perjudian online. Hal ini menjadikannya magnet bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia.
Banyak WNI yang bekerja di sektor ini, baik langsung di bisnis judi online maupun di sektor pendukung seperti restoran, laundry, dan toko handphone.
Menurut Duta Besar RI untuk Kamboja seperti yang dilansir dari Antara, Santo Darmosumarto, sekitar 60% WNI di Kamboja bekerja di sektor judi online, sementara 40% sisanya bekerja di bisnis pendukung.
[irp posts="7165" ]
Meskipun gaji besar menjadi daya tarik utama, bekerja di sektor judi online di Kamboja tidak selalu menjanjikan.
Banyak pekerja yang minim perlindungan, sehingga rentan menjadi korban perdagangan manusia.
Pemerintah Indonesia telah memulangkan puluhan korban perdagangan manusia dari Kamboja dalam beberapa tahun terakhir.
Pilihan untuk bekerja di luar negeri, terutama di Kamboja, mencerminkan realitas sulitnya mencari pekerjaan yang layak di Indonesia.
Gaji tinggi memang menjadi solusi sementara, namun risiko yang menyertainya tidak bisa diabaikan.
Langkah pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri menjadi kunci untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Di sisi lain, perlu upaya serius untuk memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia agar masyarakat tidak perlu mencari solusi di negeri orang. (*)
Berita Terkait