Jumat, 25 September 2026

Megawati Kritik Pemerintah soal Bencana di Sumatera, Soroti Kerusakan Lingkungan Hulu

Muchlis - Minggu, 11 Januari 2026 08:02 WIB
Megawati Kritik Pemerintah soal Bencana di Sumatera, Soroti Kerusakan Lingkungan Hulu
Megawati kritik pemerintah
Topikseru.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik terhadap pemerintah terkait rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Menurut Megawati, banjir ekstrem dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak bisa semata-mata dipandang sebagai peristiwa alam. Dalam pidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), Megawati menilai bencana tersebut merupakan akumulasi dari kerusakan lingkungan di wilayah hulu yang selama ini terus dibiarkan. "Ini bukan hanya soal hujan atau faktor alam. Yang terjadi adalah akibat perubahan fungsi lahan penyangga menjadi kawasan eksploitasi," kata Megawati di hadapan kader partai.

Soroti Alih Fungsi Hutan dan Monokultur

Megawati menyoroti praktik pembukaan hutan secara masif, khususnya untuk kepentingan tanaman monokultur, yang dinilai telah menghilangkan fungsi ekologis hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, wilayah hilir menjadi pihak yang paling merasakan dampak ketika curah hujan tinggi terjadi. Menurut dia, masyarakat kecil yang tinggal di wilayah hilir justru kerap tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pemanfaatan lahan di daerah hulu. "Yang menanggung akibatnya adalah rakyat. Mereka tidak diajak bicara, tetapi harus menerima risiko paling besar," ujar Megawati.

PDIP Tolak Model Pembangunan Eksploitatif

Atas dasar itu, Megawati menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menolak model pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Dia menilai praktik tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kebangsaan. "Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," katanya. Megawati menambahkan, eksploitasi yang terus berlangsung tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menciptakan ketimpangan struktural yang pada akhirnya memperbesar risiko bencana.

Rakernas PDIP Angkat Tema Kebenaran dan Ketahanan

Rakernas PDI Perjuangan tahun ini digelar dalam rangkaian HUT ke-53 PDIP, dengan mengusung tema "Satyam Eva Jayate" dan subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya." Satyam Eva Jayate merupakan slogan berbahasa Sanskerta yang bermakna "Kebenaran akan Menang." Sementara subtema yang diambil dari lirik Indonesia Raya karya W.R. Supratman tersebut menggambarkan daya tahan dan keteguhan sikap dalam memperjuangkan kebenaran dan nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks pidatonya, Megawati menegaskan bahwa sikap kritis terhadap kebijakan pembangunan yang merusak lingkungan merupakan bagian dari komitmen ideologis partai dalam menjaga keadilan ekologis dan keselamatan rakyat.

Sumber
:
Berita Terkait
BBMKG Medan Peringatkan Ancaman Ganda Hidrometeorologi dan Gempa di Sumut
KSP Buka Suara Soal Konspirasi Bencana HAARP Ulta Levenia: Sudah Bukan Tenaga Ahli Kami!
Menteri LH Gaungkan Tobat Ekologis Nasional
Megawati Jadi Korban AI, Wajahnya Dicatut dalam Iklan Jualan Kue
Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla dan Bencana Alam
Kementerian Lingkungan Hidup Periksa Tujuh Perusahaan Terindikasi Karhutla di Kalimantan dan Riau