Jumat, 25 September 2026

Akhirnya... PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando untuk Redam Potensi Dampak ke Jokowi

Mhd Rabbani - Rabu, 06 Mei 2026 17:47 WIB
Akhirnya... PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando untuk Redam Potensi Dampak ke Jokowi
Ade Armando
Topikseru.com, Jakarta - Kabar menggembirakan terkait, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menerima pengunduran diri Ade Armando Sebagai kader setelah melalui pembahasan internal yang cukup panjang. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan stabilitas partai serta dampak yang berpotensi meluas. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menjelaskan, komunikasi intens telah dilakukan sebelum keputusan itu disepakati. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan organisasi, tetapi juga kondisi pribadi Ade Armando.

Pertimbangan Risiko Meluas

Dalam penjelasan di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026), Ali menyebut pengalaman sebelumnya menjadi dasar kehati-hatian partai dalam menyikapi situasi. Ia menegaskan, dinamika yang terjadi kali ini dinilai berbeda karena tekanan terhadap Ade berlangsung dalam skala yang lebih luas dan terorganisir. Serangan dinilai terjadi secara masif dan berulang Potensi dampak tidak hanya menyasar individu Risiko melebar ke institusi partai dan tokoh terkait Ali menambahkan, analisis internal menunjukkan kemungkinan isu tersebut dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat relasi politik dan keluarga dengan kepemimpinan PSI saat ini.

Desakan dari Ade Armando

Menurut Ali, justru Ade Armando yang lebih dulu mendorong agar pengunduran dirinya segera diproses. Ia menilai penundaan hanya akan memperbesar dampak yang muncul di ruang publik. Situasi tersebut membuat partai akhirnya memilih langkah yang dianggap paling rasional untuk meredam eskalasi. “Keputusan ini bagian dari upaya menjaga agar persoalan tidak berkembang lebih luas,” ujar Ali dalam keterangannya.

Tekanan Dinilai Tidak Biasa

Sebelumnya, Ade Armando mengungkapkan adanya pola serangan yang berbeda dari pengalaman yang pernah ia hadapi. Meski terbiasa dengan kontroversi, ia menilai tekanan kali ini memiliki intensitas yang lebih tinggi. Ia menyebut laporan terhadap dirinya muncul secara bersamaan dan disertai gelombang reaksi di media sosial yang melibatkan sejumlah figur berpengaruh. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan tidak bersifat spontan. Melainkan memiliki pola yang lebih terstruktur dan melibatkan berbagai pihak di ruang publik.

Sumber
:
Berita Terkait
Gus Alex Minta Jokowi Dihadirkan sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Budi Arie Minta Maaf soal Isu Pemilu Dipercepat, Tegaskan Bukan Pernyataan Jokowi
Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Setelah GERD Kambuh Usai Penangkapan
Jokowi Siap Tunjukkan Ijazah Asli di Sidang, Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polisi di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Partai Solidaritas Indonesia Infokan Jokowi Segera Jabat Ketua Dewan Pembina