Topikseru.com - Pengabdian tulus, kejujuran, dan kesabaran berbuah manis bagi Daisy Bucad-Eng. Mantan Pekerja Rumah Tangga (PRT) asal Filipina ini ketiban rezeki nomplok usai menerima warisan fantastis bernilai sekitar 51 juta peso atau setara Rp 14 miliar dari mendiang majikannya, Marie.
Harta karun yang ditinggalkan perempuan kaya asal Portugal tersebut mencakup satu unit apartemen mewah senilai 26 juta peso, simpanan uang tunai 25 juta peso, hingga portofolio kepemilikan saham di sejumlah perusahaan besar.
Dari Penjual Garam hingga Pahit Manis Menjadi PRT
Kehidupan Daisy jauh dari kata bergelimang harta pada masa mudanya. Berasal dari wilayah pedalaman Mountain Province, Filipina, Daisy terpaksa menikah muda di usia 16 tahun.
Demi menopang ekonomi keluarga, ia sempat menyambung hidup dengan berjualan garam di kampung halamannya.
Namun, lantaran pendapatan jualan garam tak merubah nasib, Daisy memantapkan hati menjadi pekerja migran ke Hong Kong.
Nasib apes sempat menghampirinya saat bekerja pada majikan pertama yang terbilang kejam - ia diperlakukan buruk dan hanya diberi waktu istirahat dua hingga tiga jam saban hari.
Roda berputar ketika Daisy berpindah kerja merawat Marie. Meski gaji awalnya terbilang minim, yakni sekitar 900 dollar Hong Kong per bulan, Marie memperlakukan Daisy bak keluarga sendiri tanpa sekat status sosial.
Ikatan emosional keduanya kian erat. Saat Daisy memutuskan pulang kampung ke Filipina, Marie menolak dimasukkan ke panti jompo di Hong Kong dan memilih ikut tinggal bersama keluarga Daisy di Mountain Province.
Daisy merawat Marie dengan penuh kasih sayang hingga sang majikan mengembuskan napas terakhir pada 2002 akibat penyakit serius.
"Saya sangat berterima kasih atas kebaikan Marie. Warisan ini tidak hanya mengubah hidup saya, tetapi juga membantu keluarga saya," kenang Daisy haru.
Ubah Warisan Jadi Gedung Serbaguna untuk Warga
Awalnya Daisy tak percaya saat menerima lembaran surat wasiat resmi yang mencantumkan namanya sebagai ahli waris tunggal kekayaan Marie. Namun, ketimbang menghamburkan uang, kisah Daisy Bucad-Eng ART dapat warisan Rp 14 miliar ini diwarnai dengan aksi sosial yang menyentuh hati.
Dari kucuran dana warisan tersebut, Daisy membangun sebuah gedung megah lima lantai di kawasan tempat tinggalnya, Mountain Province. Gedung itu dimanfaatkan untuk:
- Area Komersial & Usaha: Menyediakan ruang usaha dan penginapan sementara.
- Fasilitas Publik: Menghadirkan pusat kebugaran dan aula pertemuan warga secara gratis/terjangkau.
- Sudut Kenangan: Menyiapkan tempat khusus di kediamannya untuk mengabadikan memori kebaikan Marie.
Melalui pengalaman hidupnya yang bak dongeng modern ini, Daisy menitipkan pesan mendalam untuk para pekerja migran Filipina dan tenaga kerja di seluruh dunia agar selalu menjaga integritas saat bekerja.
Dia mengingatkan pentingnya menanamkan sikap kesabaran, kerja keras, keikhlasan, serta kejujuran dalam melayani majikan karena kebaikan yang ditanam pasti akan membuahkan hasil manis di kemudian hari.
Berita Terkait