Rabu, 30 September 2026

Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin 14 Juli 2025: Emas 24K (99%) Dibanderol Rp1.572.000 Per Gram

Mhd Rabbani - Senin, 14 Juli 2025 17:39 WIB
Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin 14 Juli 2025: Emas 24K (99%) Dibanderol Rp1.572.000 Per Gram
Harga emas Perhiasan
Topikseru.com - Pada perdagangan hari ini Senin 14 Juli 2025 harga emas perhiasan. Perlu diingat, harga emas perhiasan sangatlah dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Informasi yang disajikan di bawah ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber dan dapat berbeda di setiap toko emas. BACA JUGA: Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Kamis (10/7/2025): Emas 24 Karat Dibanderol Rp1.675.000 Per Gram Fluktuasi harga emas perhiasan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kadar emas, desain, lokasi toko, dan kebijakan penjual. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau perkembangan harga emas dan menghubungi toko emas terdekat atau situs web penjual emas terpercaya untuk mendapatkan informasi yang paling akurat. rangkuman informasi mengenai harga emas perhiasan dari berbagai sumber pada periode yang berbeda, yang dapat memberikan gambaran mengenai tren dan fluktuasi harga emas. Daftar Harga Emas Perhiasan di Laku Emas 24K (99%) Rp. 1.572.000 23K Rp. 1.395.000 22K Rp. 1.338.000 21K Rp. 1.280.000 20K Rp. 1.218.000 19K Rp. 1.155.000 18K Rp. 1.093.000 17K Rp. 1.030.000 16K Rp. 968.000 15K Rp. 906.000 14K Rp. 845.000 13K Rp. 786.000 12K Rp. 723.000 11K Rp. 661.000 10K Rp. 601.000 9K Rp. 538.000 Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas antara lain: -Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Emas umumnya diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga fluktuasi nilai tukar rupiah dapat memengaruhi harga emas lokal. -Kebijakan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga biasanya membuat emas kurang menarik karena investor cenderung mencari imbal hasil yang lebih tinggi pada aset berbunga. -Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi meningkat, permintaan terhadap emas juga cenderung meningkat, mendorong harganya naik.   -Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang atau krisis keuangan, dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. -Sentimen Pasar: Sentimen investor dan spekulasi pasar juga dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek. -Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat terkait dengan emas perhiasan. Proyeksi Awal Pekan, Harga Emas Bisa Tembus USD 3.443 Sebelumnya, harga emas dunia ditutup pada level USD 3.357 per troy ounce pada akhir pekan lalu. Mengawali pekan ini, harga emas diprediksi akan melanjutkan penguatan. Namun, analis mengingatkan bahwa ada potensi koreksi. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas dunia berpotensi menembus level USD 3.376 per troy ounce. Lebih jauh, jika level tersebut tertembus, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju level USD 3.443 per troy ounce. "Kalau saya lihat daily bahwa harga emas ini masih terus akan mengalami penguatan. Kalau seandainya menguat di hari Senin, kemungkinan besar akan tembus di level USD 3.376. Kalau seandainya itu terkena, kemungkinan besar akan kembali naik di level USD 3.443," kata Ibrahim. Namun Ibrahim juga mengingatkan bahwa pergerakan harga tetap memiliki risiko koreksi. Jika tekanan jual meningkat, harga bisa turun ke kisaran USD 3.340 hingga USD 3.335. "Kalau seandainya turun, itu pun juga turunnya kemungkinan ke USD 3.335. Dan kalau seandainya masih bisa turun itu di USD 3.340," ujarnya. Meski demikian, outlook jangka pendek harga emas masih positif. Emas tetap dilirik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Para investor cenderung memilih logam mulia sebagai lindung nilai atas volatilitas geopolitik dan ekonomi.

Sumber
:
Berita Terkait
Bobby Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Lebih Luas, Transaksi Jatim Capai Rp 2,5 Triliun
Manchester City Bantah Bersalah, Siapkan Banding atas Putusan Pelanggaran Finansial Premier League
Zuckerberg Masih Pakai Galaxy S24 Ultra, Bos Meta dengan Harta Rp 4.500 Triliun Ini Tak Tergoda HP Baru
Baznas Sumut Himpun Zakat Rp11,5 Miliar
Dari Loket ke Genggaman, 81 Tahun KAI Sumut Ikuti Perubahan Cara Masyarakat Bepergian
DKPP Pecat dari Kursi Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Dua Perkara Etik Disanksi