Sabtu, 26 September 2026

IHSG Dibuka Rontok 29,866 Poin ke Level 6.166,564 Pagi Ini

Mhd Rabbani - Senin, 27 Juli 2026 09:53 WIB
IHSG Dibuka Rontok 29,866 Poin ke Level 6.166,564 Pagi Ini
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan (27/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif usai dibuka melemah di pasar spot. Sempat berhasil menguat, IHSG pada pukul 09.16 WIB malah anjlok 29,866 poin atau 0,48% ke 6.166,564. Pelemahan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan tersbesar dicetak IDX Sektor Infrastruktur yang anjlok 1,09%. Diikuti, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Transportasi dan Logistik dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer. Selanjutnya ada IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Kesehatan dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer. Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah naik 0,16%. Disusul, IDX Sektor Perindustrian. Top losers LQ45 pagi ini adalah: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 4,15% PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 3,12% PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,31% Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 2,03% PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 1,98% PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 1,56% Analis Pasar: IHSG Berpeluang Konsolidasi Menguat dengan Support di 6.079 dan Resistance di 6.286 Pada perdagangan hari ini (27/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bisa menguat di pasar spot. Rebound IHSG terjadi setelah pasar saham Indonesia itu ditutup anjlok 1,88% ke level 6.196,43 di akhir perdagangan Jumat (24/7/2026) lalu. Meski demikian, secara akumulatif selama sepekan terakhir, IHSG masih membukukan kenaikan tipis 0,34%. Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan, pelemahan IHSG dalam 3 hari terakhir pekan lalu membuka peluang jenuh jual. “Arah tren IHSG masih menguat, kecuali menurun di bawah 6.000 lagi,” ujarnya. Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana Hans Kwee bilang, penurunan IHSG di akhir pekan lalu akibat kenaikan harga minyak yang kembali menembus level US$100 akibat konflik Timur Tengah yang kembali naik. “Juga ada koreksi sehat secara teknikal karena secara teknikal analisis IHSG sudah di wilayah overbought,” ujarnya. Hans bilang, saham teknologi kembali melemah lantaran investor melepas saham-saham semikonduktor di tengah kekhawatiran besarnya belanja. Untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar, seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple. Tantangan perusahaan teknologi besar adalah belanja modal (capex) yang tidak lagi dapat sepenuhnya dibiayai dari arus kas bebas tetapi melalui pinjaman, serta semakin kuatnya ancaman model AI open source berbiaya rendah sampai gratis. Biarpun ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) meningkat di bulan ini, tetapi diperkirakan bank sentral AS itu akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini. The Fed juga berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Bursa saham Eropa menguat dari faktor kinerja laporan keuangan sejumlah perusahaan yang positif. Tetapi pelaku pasar memperhatikan dampak kenaikan harga minyak terhadap arah kebijakan moneter ECB. “Kekhawatiran pelaku pasar terhadap ekonomi kawasan Eropa adalah potensi pertumbuhan ekonomi yang lemah disertai inflasi tinggi menuju potensi resesi,” katanya. Pada pekan lalu, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kembali naik akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran. Turunnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, serta serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah. Harga minyak mentah dunia turun di akhir pekan setelah muncul berita China mendorong dimulainya kembali perundingan damai yang sempat terhenti antara Amerika Serikat dan Iran. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Semester II diperkirakan masih cukup baik karena dukungan dari percepatan realisasi belanja pemerintah. “IHSG sempat naik dan menyentuh 20% dari titik terendah Juni yang merupakan indikasi pasar bullish sebelum terkoreksi kembali,” ungkapnya. Hans memproyeksikan, IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.079 sampai level 6.002 dan resistance di level 6.286 sampai level 6.454 untuk perdagangan hari ini (27/7/2026). William menjelaskan, pelemahan pekan lalu memang lumayan drastis, namun tekanan masih lebih didominasi oleh saham-saham konglomerasi yang sudah menguat beberapa hari sebelumnya. Sehingga, masih termasuk koreksi sehat. “Efek pelemahan yang tercermin pada IHSG adalah efek bobot dari masing-masing saham,” paparnya. William memproyeksikan pergerakan IHSG pada 6.154 - 6.310 pada perdagangan hari ini. William pun merekomendasikan beli untuk JPFA dan CPIN dengan target harga masing-masing Rp 2.250 - Rp 2.300 per saham dan Rp 3.500 - Rp 3.800 per saham.  

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
IHSG Turun 1,53% dalam Sepekan, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan