Kamis, 24 September 2026

PELNI Pastikan Kapal Tetap Beroperasi di Maumere Usai Gempa, Penumpang Bisa Refund 100 Persen

Muchlis - Sabtu, 15 Agustus 2026 14:37 WIB
PELNI Pastikan Kapal Tetap Beroperasi di Maumere Usai Gempa, Penumpang Bisa Refund 100 Persen
PELNI Maumere
Topikseru.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memastikan layanan kapal dari dan menuju Pelabuhan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Meski demikian, perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian operasional menyusul kerusakan pada sebagian fasilitas pelabuhan. Aspek keselamatan penumpang, awak kapal, serta kelancaran proses embarkasi dan debarkasi menjadi prioritas dalam setiap penyesuaian layanan PELNI. Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional kapal tetap aman. "Kami menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di NTT. PELNI akan memastikan operasional kapal tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, dan secara intensif berkoordinasi dengan otoritas kepelabuhanan dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal," ujar Budi.

Kapal PELNI di Maumere Dialihkan ke Dermaga 2

Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu pagi turut berdampak terhadap sejumlah fasilitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere. Untuk sementara, kapal PELNI yang melakukan aktivitas sandar di Maumere akan menggunakan Dermaga 2. Dermaga tersebut menggantikan Dermaga 4 yang sebelumnya menjadi lokasi sandar kapal. Penyesuaian ini dilakukan setelah perusahaan bersama pengelola pelabuhan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas pascagempa. PELNI juga berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan seluruh fasilitas yang digunakan dalam proses pelayanan penumpang berada dalam kondisi aman.

Fasilitas Tangga Darat yang Jatuh ke Laut Segera Dievakuasi

Selain perubahan lokasi sandar, PELNI bersama pihak terkait juga melakukan penanganan terhadap fasilitas tangga darat yang terdampak gempa hingga terjatuh ke laut. Fasilitas tersebut akan segera dievakuasi agar tidak mengganggu keselamatan maupun aktivitas kapal di kawasan pelabuhan. Penanganan fasilitas pelabuhan menjadi bagian penting dalam memastikan proses embarkasi dan debarkasi penumpang PELNI tetap berlangsung dengan aman. Perusahaan memastikan setiap keputusan terkait operasional kapal akan disesuaikan dengan hasil pemantauan kondisi lapangan dan arahan dari otoritas berwenang.

PELNI Pantau Kondisi Maumere Secara Intensif

Budi mengatakan PELNI terus memantau perkembangan kondisi Pelabuhan Maumere bersama otoritas kepelabuhanan dan Pelindo. Menurutnya, perubahan pola sandar maupun pelayanan penumpang akan dilakukan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. "Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang," kata Budi. Dengan langkah tersebut, PELNI berupaya menjaga konektivitas transportasi laut di NTT sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan pelayaran meskipun wilayah Maumere terdampak gempa.

Penumpang Bisa Batalkan Perjalanan dan Dapat Refund 100 Persen

PELNI juga menyiapkan kebijakan khusus bagi penumpang yang terdampak langsung oleh kondisi pascagempa. Penumpang yang memilih membatalkan perjalanan diberikan fasilitas pengembalian dana atau refund sebesar 100 persen. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk penanganan kondisi force majeure akibat bencana gempa bumi. Proses pengembalian dana akan dimaksimalkan paling lambat H+2 dari jadwal keberangkatan kapal. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat kondisi darurat di wilayah Maumere.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Resmi

PELNI mengimbau seluruh calon penumpang dan pengguna jasa untuk tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi terkait jadwal kapal maupun kondisi pelabuhan. Informasi mengenai perubahan jadwal, lokasi sandar, serta pelayanan penumpang akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan. Di tengah proses pemulihan pascagempa Maumere, PELNI memastikan evaluasi operasional akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sebagai pertimbangan utama. Dengan penyesuaian penggunaan Dermaga 2 dan koordinasi bersama otoritas terkait, operasional kapal PELNI di Maumere untuk sementara tetap berjalan sambil menunggu perkembangan kondisi fasilitas pelabuhan.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
PELNI Perkuat Budaya Safety di 84 Kapal lewat Fleet Safety Excellence Award 2026
Erupsi Anak Krakatau, PELNI Pastikan Kapal Tetap Berlayar: Ini Jadwal dari Jakarta
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla
Sinergi BUMN Dorong Ekonomi & Sosial Banda Neira Lewat TJSL Berkelanjutan
TNI AL Operasi Korban Gempa NTT di Atas KRI dr. Soeharso-990
PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%