Jumat, 25 September 2026

TNI AL Operasi Korban Gempa NTT di Atas KRI dr. Soeharso-990

Muchlis - Minggu, 23 Agustus 2026 20:17 WIB
TNI AL Operasi Korban Gempa NTT di Atas KRI dr. Soeharso-990
korban gempa NTT
Topikseru.com, Jakarta - TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberikan pertolongan medis kepada korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melakukan operasi di atas KRI dr. Soeharso-990. Tindakan medis tersebut dilakukan pada Sabtu (22/8/2026) untuk membantu mempercepat pemulihan korban yang mengalami cedera serius setelah gempa. Korban bernama Arnol Dus. Ia mengalami luka setelah bangunan rumahnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR pada 15 Agustus 2026. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Tunggul mengatakan Arnol mengalami patah tulang pada bahu kiri dan panggul akibat tertimpa dinding rumah. "Arnol Dus mengalami musibah pada 15 Agustus 2026 setelah dinding rumahnya roboh dan menimpa dirinya karena gempa bumi 7,7 SR," kata Tunggul.

Korban Dibawa ke KRI untuk Mendapatkan Perawatan

Setelah mengalami cedera, Arnol kemudian dievakuasi menuju KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapatkan penanganan medis. Sesampainya di kapal rumah sakit tersebut, Arnol langsung diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penanganan awal dilakukan oleh Lettu Laut (K) dr. Aditya Firmansyah sebelum korban menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan cedera yang membutuhkan tindakan operasi. TNI AL kemudian menyiapkan tindakan pembedahan dengan melibatkan dokter spesialis ortopedi.

Operasi Dimulai Pukul 08.00 WIT

Tindakan operasi dilakukan oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT, dokter spesialis ortopedi TNI AL. Operasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIT pada Sabtu dan berlangsung dengan baik. Tunggul mengatakan tindakan medis tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada korban gempa NTT. Keberadaan fasilitas medis di atas KRI menjadi salah satu dukungan TNI AL bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan di tengah situasi pascabencana.

KRI dr. Soeharso-990 Tetap Disiagakan

TNI AL memastikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa tidak berhenti setelah operasi terhadap Arnol selesai. KRI dr. Soeharso-990 akan tetap disiagakan di sekitar wilayah terdampak gempa NTT. Kapal tersebut dipersiapkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Keberadaan kapal di dekat lokasi bencana juga memungkinkan TNI AL memberikan respons medis lebih cepat terhadap korban yang mengalami kondisi darurat.

TNI AL Perkuat Layanan Medis Pascagempa NTT

Operasi terhadap Arnol menjadi salah satu bentuk dukungan TNI AL dalam penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Selain membantu evakuasi dan perawatan korban, kesiapsiagaan fasilitas medis menjadi penting dalam situasi pascabencana karena kebutuhan layanan kesehatan dapat terus muncul. TNI AL menyatakan akan mempertahankan kesiapsiagaan KRI dr. Soeharso-990 di sekitar lokasi terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga yang masih membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan medis setelah gempa. Dengan fasilitas kesehatan yang dibawa melalui kapal, TNI AL berupaya memastikan korban gempa NTT tetap memperoleh akses terhadap layanan medis meski berada di wilayah terdampak bencana.
Sumber
:
Berita Terkait
Tiba di Priok, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bakal Berganti Nama KRI Sriwijaya
Sisir Selat Sunda, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Erupsi Anak Krakatau, Gempa NTT, dan Karhutla
PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Gempa NTT di Tanjung Priok, Angkutan Gratis 100%
481 Koli Bantuan Gempa NTT Diangkut KM Tidar, Tarif Muatan Digratiskan 100 Persen
PELNI Kirim 200 Koli Bantuan Gempa NTT, KM Tidar Berangkat dari Surabaya