Kamis, 24 September 2026

Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Hadapi Tekanan Profit Taking Setelah Menguat Cukup Signifikan

Mhd Rabbani - Rabu, 19 Agustus 2026 06:19 WIB
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Masih Hadapi Tekanan Profit Taking Setelah Menguat Cukup Signifikan
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (19/8/2026) pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan profit taking setelah menguat cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya. Investor akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta sinyal kebijakan The Fed dari FOMC Minutes. Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), IHSG ditutup menguat 47,942 poin atau 0,75% ke level 6.449,83. Penguatan tersebut terjadi di tengah koreksi bursa global dan regional Asia serta pelemahan nilai tukar rupiah. Total volume transaksi bursa mencapai 33,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 14,83 triliun. Sebanyak 399 saham naik harga, 236 saham turun harga, dan 159 saham bergerak flat. Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup menguat 0,75% di tengah koreksi bursa global dan regional Asia, serta pelemahan nilai tukar rupiah. “Penguatan IHSG didorong oleh emiten-emiten konglomerasi,” ujarnya. Sementara, Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan hari ini terutama ditopang sektor energi yang naik 7,10%, dengan saham BYAN menjadi kontributor terbesar setelah melonjak sekitar 20% di tengah sentimen akuisisi. “Selain itu, saham BRMS dan EMAS juga turut menopang indeks hari ini,” ujarnya. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 18–19 Agustus 2026. Konsensus memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Selain keputusan suku bunga, rilis posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal II-2026 sebesar US$454,4 miliar juga menjadi perhatian investor. Sementara itu, pembahasan RAPBN 2027 turut menjadi sentimen yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi. Dari eksternal, investor mencermati perlambatan ekonomi China dan Jepang serta perkembangan ketegangan AS-Iran. Kondisi geopolitik tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak sekaligus memberikan dampak terhadap prospek inflasi. “Investor juga menunggu FOMC Minutes pada Kamis dini hari, terutama untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya. Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Herditya memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Ia memperkirakan level support IHSG berada di 6.407, sedangkan resistance di 6.465. “Investor akan mencermati rilis BI rate yang diperkirakan masih sama dan juga FOMC Minutes yang diperkirakan akan membahas kebijakan ke depannya,” ungkapnya. Untuk rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor mencermati BRMS dengan target harga Rp 695 - Rp 725 per saham, PGEO Rp 1.160 - Rp 1.205 per saham, dan TAPG Rp 1.890 - Rp 1.945 per saham. Sementara itu, Reza melihat IHSG bergerak relatif terbatas dengan kisaran support 6.400–6.430 dan resistance 6.490 pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449,83 pada perdagangan Selasa. Namun, candle terakhir membentuk shooting star di area previous high 6.491. “Ini menunjukkan adanya potensi profit taking di sekitar resistance, sehingga penguatan kemungkinan masih terbatas dan pasar cenderung konsolidasi terlebih dahulu,” katanya. Menurut Reza, sentimen utama yang akan dicermati investor adalah hasil RDG Bank Indonesia pada 19 Agustus. BI-Rate saat ini berada di 5,75%, dan pasar memperkirakan BI masih mempertahankan level tersebut. ”Dari global, investor akan mencermati FOMC Minutes yang dijadwalkan rilis 19 Agustus waktu AS, untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya. Reza merekomendasikan beli untuk EMTK, ADRO, dan BWPT. Target harga masing-masing saham tersebut berada di Rp 530 - Rp 550 per saham, Rp 2.600 - Rp 2.700 per saham, dan Rp 97 - Rp 100 per saham.
Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau