Jumat, 25 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat dalam Rentang Rp17.550-Rp17.720 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Jumat, 04 September 2026 06:03 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat dalam Rentang Rp17.550-Rp17.720 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (3/9/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp 17.679 per dolar Amerika Serikat (AS). Ternyata, hal ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,47% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.763 per dolar AS. Sejalan dengan itu, rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 17.689 per dolar AS atau menguat 0,46% secara harian. Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, penguatan rupiah pada perdagangan hari Kamis ini didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal. "Sentimen eksternal terbaru adanya kemungkinan intervensi yen semalam. Dolar AS terkoreksi signifikan," kata Wahyu. Sebelumnya, dolar AS sempat mengalami rebound kuat setelah pidato Ketua The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Jackson Hole Symposium pada Jumat lalu. Dalam pidatonya, Warsh menegaskan ancaman inflasi masih tinggi sehingga kembali membuka peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September. Namun, tekanan terhadap dolar AS mulai mereda seiring penyesuaian likuiditas global dan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Menurut Wahyu, ekspektasi tersebut mulai diimbangi oleh aksi stabilisasi likuiditas sehingga kenaikan indeks dolar AS (DXY) ikut tertahan. Indeks dolar AS saat ini berada di level 99,2 atau melemah 0,35% dalam sehari. Dari sisi domestik, penguatan rupiah juga ditopang oleh efektivitas intervensi dan langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan BI melalui berbagai instrumen moneter domestik. "Terjaganya pasokan valas di pasar domestik juga meredakan tekanan beli korporasi," ujar Wahyu. Untuk perdagangan Jumat (4/9/2026), Wahyu memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan atau bergerak stabil dengan kecenderungan menguat (consolidated appreciation). Menurut dia, momentum teknikal pada grafik harian turut mendukung prospek tersebut. "Sentimen utamanya masih akan berpusat pada rilis data ekonomi tenaga kerja global dan respons pasar terhadap likuiditas akhir pekan," jelasnya. Wahyu memperkirakan rupiah pada Jumat (4/9) akan bergerak dalam rentang Rp 17.550-Rp 17.720 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau