Topikseru.com, Jakarta - Pada akhir perdagangan Selasa (8/9/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1.01% ke level 6.686,44 di pasar spot.
Di mana kenaikan indeks disertai dengan net buy asing Rp 379 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, AMMN, TAPG, dan MDKA.
Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG masih berpotensi kembali menguat jika berhasil break resistance 6.700 pada perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026).
Tapi jika gagal tembus 6.700, IHSG akan kembali sideways di range 6.580-6.600.
"Level support IHSG berada di 6.580-6.600 dan resistance 6.700-6.730," kata Fanny dalam risetnya.
Berikut Enam Saham Pilihan dari BNI Sekuritas:
1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 1.520-Rp 1.535, cutloss di bawah Rp 1.500. Target terdekat di Rp 1.560-Rp 1.600.
2. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 1.950-Rp 1.965, cutloss di bawah Rp 1.935. Target terdekat di Rp 1.965-Rp 1.980.
3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 920-Rp 935, cutloss di bawah Rp 910. Target terdekat di Rp 950-Rp 970.
4. PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 208-Rp 212, cutloss di bawah Rp 204. Target terdekat di Rp 218-Rp 222.
5. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 424-Rp 428, cutloss di bawah Rp 420. Target terdekat di Rp 434-Rp 440. 6. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
Rekomendasi: Speculative buy dengan area beli di Rp 680-Rp 690, cutloss di bawah Rp 670. Target terdekat di Rp 705-Rp 725.
Analis Pasar: Pergerakan IHSG akan Dipengaruhi Oleh Data Penjualan Ritel domestik dan Inflasi AS
Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,01% atau 66,77 poin ke level 6.686,44. Penguatan IHSG ditopang sentimen domestik serta kembalinya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Di mana IHSG menguat di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak melemah.
Sektor barang baku juga menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks.
Menanggapi hal tersebut, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, meredanya kekhawatiran terkait erupsi Gunung Anak Krakatau turut memberikan sentimen positif ke pasar.
Beroperasinya kembali bandara yang sebelumnya terdampak abu vulkanik dinilai mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas.
Di sisi lain, saham-saham berbasis komoditas ikut menopang IHSG seiring penguatan harga tembaga, minyak, dan batubara.
"Tren jangka pendek masih relatif positif," ujar Reza. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai katalis domestik masih lebih dominan bagi pergerakan IHSG.
Salah satunya adalah optimisme terhadap fundamental makroekonomi Indonesia setelah posisi cadangan devisa Agustus 2026 tetap kuat.
Untuk perdagangan Rabu (9/9), Nafan memperkirakan IHSG bergerak pada area support 6.611 dan 6.552, dengan resistance di 6.780 dan 6.876.
Dari eksternal, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter The Fed, data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pergerakan imbal hasil US Treasury, serta kenaikan harga minyak yang mendekati US$ 100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sementara itu, Reza memperkirakan IHSG akan menguji level psikologis 6.700. Jika mampu menembus level tersebut dan mengonfirmasinya sebagai support baru, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.755.
Menurut Reza, pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel domestik dan inflasi AS, pergerakan harga komoditas, perkembangan konflik Timur Tengah, serta kondisi bencana.
Untuk pilihan saham, Reza merekomendasikan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan area beli Rp 550–Rp 560 dan target Rp 570–Rp 585.
Top Gainers LQ45 Selain itu, ia merekomendasikan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) di area Rp 1.690–Rp 1.710 dengan target Rp 1.730–Rp 1.760, serta PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) di area Rp 570–Rp 590 dengan target Rp 605–Rp 630.
Berita Terkait