Jumat, 25 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Bergerak Tipis Dibuka di Level Rp17.510 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Kamis, 10 September 2026 09:42 WIB
Nilai Tukar Rupiah Bergerak Tipis Dibuka di Level Rp17.510 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Kamis (10/9/2026) nilai tukar rupiah bergerak tipis dibuka di level Rp 17.510 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Ternyata, hal ini membuat nilai tukar rupiah menguat tipis 0,006% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.511 per dolar AS. Diperdagangan Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,23%. Selanjutnya ada yen Jepang dan baht Thailand yang sama-sama melesat 0,09%. Disusul, dolar Singapura terkerek 0,06%. Kemudian ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,008% terhadap the greenback pada pagi ini. Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,09%. Lalu ada peso Filipina yang tertekan 0,04%. Berikutnya, ringgit Malaysia tergelincir 0,02% dan yuan China melemah tipis 0,01%.

Nilai Tukar Rupiah Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran Rp17.600–Rp17.800 per Dolar AS

Pada perdagangan Kamis (10/9/2026) nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak sideways dengan kencenderungan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan sejumlah dinamika sentimen yang cukup beragam bakal membayangi pergerakan nilai tukar rupiah. Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup menguat 0,69% atau naik 121,00 poin ke level Rp 17.511 per dolar AS pada Rabu (9/9/2026). Sementara itu berdasarkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah menguat 0,37% ke level Rp 17.552 per dolar AS. Menaggapi hal tersebut, Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan mengatakan, untuk perdagangan hari ini (10/9/2026), nilai tukar rupiah bakal diwarnai sentimen yang saling bertolak belakang. Dia menjelaskan rupiah akan menghadapi tarik-menarik antara pelemahan dolar AS dan kenaikan harga minyak dan yield US Treasury. Dari kawasan global, posisi DXY yang berada mendekati level terendah dua pekan masih memberi ruang penguatan bagi rupiah. Namun, lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi AS serta menjaga sikap hawkish The Fed. "Pasar hari ini juga akan menunggu PPI AS dan data jobless claims," ujar Brahmantya. Kenaikan data inflasi produsen AS berisiko mengangkat kembali ekspektasi suku bunga The Fed, indeks USD, serta yield US Treasury. Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar cenderung lebih positif seiring peningkatan cadangan devisa Indonesia menjadi sekitar US$146,5 miliar. Kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan rilis data penjualan ritel domestik turut menjadi bantalan penahan tekanan eksternal. Melihat kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini (10/9/2026). "Saya memperkirakan USD/IDR bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 17.800 per dolar AS," kata Brahmantya. Area Rp 17.500–Rp 17.600 menjadi level support bagi nilai tukar rupiah, sedangkan Rp 17.700–Rp 17.800 bertindak sebagai area resistance pada hari ini (10/9/2026).
Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,83% Selama Sepekan, Inilah Prediksi Pekan Depan