Kamis, 24 September 2026

Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak Fluktuatif dalam Rentang Rp17.690-Rp17.750 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Kamis, 17 September 2026 08:19 WIB
Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak Fluktuatif dalam Rentang Rp17.690-Rp17.750 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (17/9/2026) nilai tukar rupiah dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed serta eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg pada Rabu (16/9/2026), nilai tukar rupiah pasar spot ditutup melemah tipis 0,01% atau terdepresiasi 2,00 poin ke level Rp 17.696 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, kurs rupiah berada di posisi Rp 17.712 per dolar AS atau melemah sebesar 0,14% dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp 17.687 per dolar AS. Tekanan pada pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (16/9/2026) dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan East-West pipeline dan serangan di Selat Bab el-Mandeb, serta penguatan posisi dolar AS. Sementara itu, pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa dinamika pergerakan mata uang Garuda pada Kamis (17/9/2026) akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi antisipasi kebijakan moneter AS serta kondisi fiskal domestik. Dari sisi eksternal, perhatian utama pasar tertuju pada pengumuman suku bunga The Fed pada Kamis dini hari nanti yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75%-4,00%. "Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang sebesar hampir 92,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase dalam pertemuan kebijakan bulan September pada hari Rabu ini," ujarnya. Dari dalam negeri, fokus pasar tertuju pada tantangan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara dalam menjaga keseimbangan antara pendorong pertumbuhan ekonomi dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Komitmen untuk menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap PDB tetap menjadi kuncinya. Selain itu, Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia per Juli 2026 mencapai US$453,4 miliar atau tumbuh 4,9% secara tahunan (YoY). Penguatan ULN ini utamanya didorong oleh peningkatan ULN publik sebesar 3,2% YoY menjadi US$218,4 miliar, yang dinilai masih relatif aman dan terkendali karena didominasi oleh tenor jangka panjang. "Fokus yang lebih penting adalah mempertahankan kapasitas fiskal untuk mendorong pertumbuhan, sembari memastikan penggunaan instrumen fiskal berlangsung dengan aturan dan koordinasi yang jelas," jelas Ibrahim. Melihat kombinasi dinamika sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif. Namun ditutup melemah pada perdagangan Kamis (17/9/2026) dalam rentang Rp 17.690 hingga Rp 17.750 per dolar AS.
Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS