Topikseru.com, Serang - Persija Jakarta akhirnya merasakan kekalahan pertama di Super League 2026/2027. Persita Tangerang menjadi tim yang menghentikan laju sempurna Macan Kemayoran setelah menang dramatis 3-2 di Stadion Internasional Banten, Serang, Sabtu.
Gol Aleksa Andrejic pada menit ke-90+5 menjadi penentu kemenangan Persita dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Gol tersebut sekaligus menggagalkan upaya Persija mempertahankan catatan empat kemenangan beruntun sejak awal kompetisi.
Bagi Persita, hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Kemenangan atas salah satu penghuni papan atas itu memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi lima pertandingan, dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Baca Juga:
Pertandingan ini memperlihatkan bagaimana keunggulan bisa berubah dalam sekejap. Persija sempat dua kali menyamakan kedudukan, tetapi kehilangan konsentrasi pada penghujung laga membuat mereka pulang tanpa poin.
Gol cepat itu memaksa Persija meningkatkan intensitas serangan. Alexander Jeremejeff, Arlyansyah Abdulmanan, dan Fabio Calonego menjadi bagian dari upaya Macan Kemayoran menekan pertahanan tuan rumah.
Tekanan Persija akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-18. Kesalahan pemain Persita ketika mengantisipasi bola di area penalti dimanfaatkan Fabio Calonego untuk mencetak gol penyeimbang.
Skor berubah menjadi 1-1. Setelah kedua tim saling melancarkan serangan, tempo permainan kemudian lebih terkendali hingga babak pertama berakhir tanpa tambahan gol.
Persita kembali unggul pada menit ke-61. Rayco Rodriguez melepaskan tendangan kaki kanan yang menuntaskan assist Pablo Ganet untuk membawa tuan rumah memimpin 2-1.
Tertinggal membuat Persija harus kembali mengejar. Pelatih Shin Tae-yong merespons situasi tersebut dengan memasukkan Witan Sulaeman, Rayhan Hannan, Kerim Memija, dan Ivan Mamut.
Pergantian itu menambah energi dalam permainan Persija. Mereka terus mencari jalan untuk menembus pertahanan Persita dan menghindari kekalahan pertama musim ini.
Wasit kemudian memberikan penalti setelah berkonsultasi dengan video assistant referee (VAR). Alexander Jeremejeff yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut menghidupkan kembali peluang Persija untuk membawa pulang poin. Dengan waktu pertandingan yang tersisa, hasil imbang terlihat semakin mungkin terjadi.
Namun, Persita belum menyerah. Tuan rumah tetap mencari kesempatan untuk melancarkan serangan balik, sementara Persija berusaha menjaga tekanan dan memburu gol kemenangan.
Pada menit ke-90+5, Hokky Caraka berhasil lolos dari jebakan offside dan membawa bola menyusuri sisi kanan pertahanan Persija. Ia kemudian melihat Aleksa Andrejic berada dalam posisi bebas di depan gawang.
Hokky mengirimkan umpan kepada Andrejic, yang tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Andrejic menuntaskan kesempatan itu menjadi gol ketiga Persita.
Stadion pun bergemuruh menyambut gol penentu tersebut. Di sisi lain, Persija hanya memiliki sedikit waktu untuk mencoba menyelamatkan hasil pertandingan.
Upaya Macan Kemayoran tidak menghasilkan gol tambahan. Peluit akhir memastikan Persita menang 3-2 dan memberikan Persija kekalahan pertama mereka di Super League musim ini.
Persita justru menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang penting. Mereka mampu mencetak gol pembuka, kembali unggul pada babak kedua, lalu menemukan momen penentu ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu.
Bagi Persija, evaluasi utama terletak pada kemampuan menjaga organisasi pertahanan saat menghadapi serangan terakhir lawan. Gol Andrejic memperlihatkan betapa mahalnya kelengahan pada menit-menit akhir.
Sementara itu, Persita memperoleh modal berharga dari kemenangan atas tim yang sebelumnya selalu menang. Dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang, mereka tetap belum tersentuh kekalahan dalam lima laga yang telah dijalani.
Hasil ini juga menjadi pengingat bagi persaingan di papan atas Super League 2026/2027: konsistensi bukan hanya ditentukan oleh cara sebuah tim memulai pertandingan, melainkan juga bagaimana mereka menutupnya.