Topikseru.com - Kisah urban legend Bandung siap meneror penonton layar lebar melalui film horor terbaru, The Doll Ghawiah. Menjadi bagian dari semesta film The Doll, film produksi Hitmaker Studios ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Tak sekadar mengandalkan teror dan kemunculan sosok menyeramkan, The Doll Ghawiah membawa cerita yang berakar pada legenda urban Bandung. Perpaduan kisah misteri lokal, teror arwah, dan boneka menjadi daya tarik film yang disutradarai Guntur Soeharjanto tersebut.
Antusiasme terhadap film ini mulai terlihat dalam acara special screening pada Minggu (18/10/2026). Salah satu penonton, Ranti, menilai film tersebut berhasil menghadirkan ketegangan, terlebih ketika disaksikan menggunakan format IMAX.
Baca Juga:
"Filmnya oke banget, apalagi dengan format IMAX bikin tambah tegang, alur ceritanya juga enak, ditambah urban legend asli Bandung. Terus ini bukan tentang horor semata saja, tapi buat ngingetin tentang kesetiaan," ujar Ranti.
Komentar tersebut memberikan gambaran awal mengenai pengalaman salah satu penonton. Namun, respons dalam sesi pemutaran khusus belum tentu mewakili penilaian seluruh penonton.
Keluarga itu menjadi sasaran gangguan arwah seorang anak perempuan bersama boneka kesayangannya yang bernama Ghawiah.
Boneka tersebut menjadi bagian penting dari cerita sekaligus sumber misteri yang menyelimuti kehidupan keluarga itu. Kehadiran sosok arwah dan latar urban legend Bandung membangun atmosfer horor yang menjadi daya tarik utama film.
Di balik terornya, film ini juga disebut menghadirkan pesan mengenai kesetiaan. Unsur tersebut memberi lapisan cerita lain di luar ketegangan yang dibangun melalui sosok arwah dan boneka.
Meski demikian, detail lebih jauh mengenai hubungan antarkarakter dan perkembangan konflik sebaiknya disaksikan langsung agar pengalaman menonton tetap terjaga tanpa bocoran cerita berlebihan.
Format layar yang lebih besar dan sistem suara yang dirancang untuk pengalaman sinematik dapat memperkuat suasana dalam adegan tertentu. Dalam film horor, detail visual, atmosfer, dan suara dapat berperan penting dalam membangun ketegangan.
Pengalaman tersebut turut menjadi perhatian Ranti ketika memberikan komentarnya setelah mengikuti special screening. Ia menilai format IMAX membuat film terasa semakin menegangkan.
Meski begitu, pilihan antara layar reguler dan IMAX dapat disesuaikan dengan preferensi penonton, ketersediaan jadwal, serta lokasi bioskop.
Deretan pemainnya meliputi Titi Kamal, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Aisyah Aqilah, dan Laura Moane.
Kehadiran para pemain tersebut menjadi salah satu unsur yang menarik perhatian menjelang penayangan film. Sementara itu, keterkaitannya dengan semesta The Doll membuat film ini berpotensi menarik perhatian penonton yang mengikuti film-film sebelumnya.
Bagi penggemar horor Indonesia, perpaduan legenda urban lokal, latar waktu era 1980-an, dan kisah boneka misterius menjadi elemen yang patut dinantikan.
Dengan mengangkat urban legend Bandung ke dalam semesta The Doll, film ini menawarkan kisah horor yang memadukan misteri lokal, teror arwah, dan pesan tentang kesetiaan.
Apakah The Doll Ghawiah mampu memberikan pengalaman horor yang membekas bagi penonton? Jawabannya akan terlihat setelah film tersebut resmi tayang dan mendapatkan respons lebih luas dari publik.