Topikseru.com - Nama Benny Chan pernah menjadi bagian dari masa keemasan drama televisi Hong Kong. Wajahnya dikenal luas setelah memerankan Sun Wukong atau Sun Go Kong dalam serial legendaris Journey to the West II produksi TVB pada 1998. Namun, perjalanan sang aktor tidak hanya diwarnai popularitas. Sebuah kontroversi pada 2011 turut mengubah cara publik memandang dirinya.
Bagi penonton yang tumbuh bersama drama kolosal Hong Kong, Benny Chan bukan sekadar aktor yang mengenakan kostum Raja Kera. Ia juga dikenal melalui sejumlah serial populer, termasuk Demi-Gods and Semi-Devils dan Gods of Honour.
Popularitas itu membuatnya memiliki tempat tersendiri di industri hiburan Asia. Akan tetapi, sorotan terhadap kehidupan pribadinya kemudian bergeser tajam ketika ia terseret kasus dugaan pelecehan terhadap aktris muda Rose Chan.
Baca Juga:
Menggantikan aktor yang telah melekat kuat dengan karakter tersebut bukan perkara mudah. Penonton sudah memiliki gambaran tersendiri tentang sosok Sun Wukong, sehingga pemeran baru harus menghadapi ekspektasi yang tinggi.
Benny tetap membangun identitasnya sendiri melalui karakter tersebut. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di berbagai drama bergenre sejarah, fantasi, dan aksi yang memperkuat popularitasnya di kalangan penggemar serial Hong Kong.
Perannya dalam Demi-Gods and Semi-Devils serta Gods of Honour turut memperluas daftar karakter yang membuat namanya dikenal. Ia pun identik dengan drama-drama berlatar dunia persilatan dan kisah klasik Tiongkok.
Laporan South China Morning Post pada 23 November 2011 menyebut Rose menuding Benny Chan dan aktor Joe Ma Tak-chung melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap dirinya. Foto-foto dari kejadian tersebut juga beredar melalui media hiburan dan memicu perhatian luas.
Kasus itu menjadi sorotan karena melibatkan aktor yang sudah dikenal publik serta seorang aktris muda yang sedang membangun kariernya.
Benny dan Joe kemudian menghadapi kritik keras. Peristiwa tersebut bukan lagi sekadar persoalan kehidupan pribadi selebritas, melainkan juga memunculkan perdebatan mengenai batas perilaku, persetujuan, dan tanggung jawab di lingkungan kerja industri hiburan.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 25 November 2011, South China Morning Post menyebut Benny meminta maaf kepada Rose dan mengakui telah melakukan tindakan tidak sopan. Ia juga menyatakan penyesalan karena telah mengecewakan orang-orang yang mendukungnya, termasuk sang istri.
Permintaan maaf tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak diberitakan dalam kontroversi itu. Namun, pernyataan penyesalan tidak serta-merta menghapus kritik yang telanjur muncul.
Publik menyoroti perilaku Benny sekaligus cara dirinya menjelaskan kejadian tersebut. Kasus itu memperlihatkan betapa cepat citra seorang figur terkenal dapat berubah ketika tindakannya menjadi persoalan publik.
Dalam pernyataannya, ia mengakui perilakunya saat berada di bawah pengaruh alkohol telah menimbulkan dampak terhadap Rose dan meminta agar serangan terhadap Rose serta keluarganya dihentikan.
Sejumlah laporan media pada masa itu juga memberitakan perkembangan terkait respons Rose dan pihak yang mendampinginya.
Meski demikian, perkembangan tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan hukum formal. Informasi mengenai permintaan maaf atau keputusan untuk tidak melanjutkan langkah tertentu tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh status hukum perkara.
Karena itu, kontroversi Benny Chan sebaiknya dipahami berdasarkan laporan dan pernyataan yang dapat diverifikasi, bukan hanya potongan foto atau kabar yang beredar di media sosial.
Seiring waktu, aktivitasnya di industri hiburan Hong Kong tidak lagi seintens masa awal kariernya. Ia kemudian juga bekerja dalam produksi televisi di China daratan dan Taiwan.
Kisah Benny Chan memperlihatkan dua sisi kehidupan seorang selebritas: pencapaian profesional yang membangun popularitas dan kontroversi pribadi yang dapat membayangi reputasi.
Bagi penonton, ia mungkin tetap menjadi Sun Go Kong yang menemani masa kecil mereka. Namun, bagi publik yang mengikuti pemberitaan pada 2011, namanya juga mengingatkan pada skandal yang mengundang kritik luas.
Pada akhirnya, perjalanan seorang aktor tidak hanya diukur dari karakter ikonik yang pernah ia mainkan. Perilaku di luar layar dan cara seseorang bertanggung jawab atas tindakannya juga menjadi bagian dari penilaian publik.