Topikseru.com - Pemerintah Kabupaten Simeulue, Aceh, mulai memetik hasil dari strategi promosi pariwisata melalui media sosial. Hingga Juli 2026, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah kepulauan di Samudra Hindia tersebut telah mencapai 800 orang.
Capaian itu menjadi modal bagi Pemkab Simeulue untuk mengejar target kunjungan wisman sebanyak 1.500 orang sepanjang 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue, Zulfatah, mengatakan promosi digital terus diperkuat untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada pasar domestik maupun internasional.
"Kami terus mempromosikan objek wisata di Pulau Simeulue dengan harapan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara tertarik berkunjung ke kabupaten kepulauan di Samudra Hindia ini," kata Zulfatah di Simeulue, Minggu (9/8/2026).
Target 1.500 Wisman pada 2026
Dengan realisasi 800 wisman hingga Juli, Pemkab Simeulue masih memiliki target tambahan sekitar 700 wisatawan mancanegara hingga akhir 2026.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue tidak hanya mengandalkan promosi konvensional. Media sosial menjadi salah satu kanal utama untuk memperluas jangkauan promosi objek wisata.
Pemkab juga mendorong keterlibatan pelaku usaha pariwisata dan masyarakat agar promosi tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.
Menurut Zulfatah, kolaborasi tersebut sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025-2029, yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata, mulai dari penginapan hingga kuliner.
Selancar Jadi Magnet Wisatawan Asing
Dari berbagai potensi wisata yang dimiliki Simeulue, olahraga selancar menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Karakter ombak di sejumlah kawasan pesisir Simeulue dinilai menjadi magnet bagi peselancar dari berbagai negara.
"Wisata selancar menjadi primadona bagi wisatawan asing selama di Pulau Simeulue karena ombaknya besar dan bagus serta memikat peselancar luar negeri," ujar Zulfatah.
Selain selancar, Simeulue juga memiliki potensi wisata alam lain, seperti pantai dan air terjun yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata daerah.
Potensi tersebut dinilai dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Potensi Kelapa dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi
Pengembangan pariwisata di Simeulue tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Pemerintah daerah melihat sektor tersebut sebagai salah satu instrumen untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
Peningkatan wisatawan berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, seperti penginapan, restoran, transportasi, jasa pemandu wisata, hingga usaha mikro dan produk lokal.
Karena itu, Zulfatah mengajak masyarakat serta pengelola resor wisata untuk ikut memperkenalkan destinasi Simeulue kepada wisatawan.
"Kami tentu mengajak semua pihak mendukung kemajuan sektor pariwisata. Sebab, kemajuan pariwisata berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat," katanya.
Simeulue, Destinasi di Ujung Barat Sumatera
Simeulue merupakan salah satu wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang berada di Samudra Hindia.
Pulau Simeulue berjarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra, sehingga memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan destinasi wisata di daratan Aceh.
Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat pada 1999. Saat ini Simeulue terdiri atas 10 kecamatan dan 138 gampong dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.
Posisi geografis tersebut sekaligus menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, akses menuju Simeulue membutuhkan perjalanan lebih panjang. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menjadi bagian dari daya tarik destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam yang relatif berbeda dari destinasi wisata mainstream.
Promosi Digital Jadi Strategi Utama
Dengan target 1.500 wisman pada 2026, promosi digital akan menjadi salah satu instrumen penting bagi Simeulue untuk memperkenalkan destinasi kepada calon wisatawan dari berbagai negara.
Konten mengenai ombak, pantai, air terjun, kehidupan masyarakat lokal, kuliner, hingga pengalaman wisata dapat menjadi materi promosi yang memperkuat identitas Simeulue sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Jika strategi promosi tersebut mampu diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas, aksesibilitas, penginapan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal, pertumbuhan kunjungan wisatawan berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.
Dengan realisasi 800 wisman hingga Juli 2026, Simeulue kini tinggal mengejar sekitar 700 kunjungan untuk mencapai target tahunan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan jumlah wisatawan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Berita Terkait