Sabtu, 26 September 2026

Satu Korban Kecelakaan Pesawat IAT ATR 42 Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung

Muchlis - Minggu, 18 Januari 2026 16:07 WIB
Satu Korban Kecelakaan Pesawat IAT ATR 42 Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung
kecelakaan pesawat IAT
Topikseru.com, Maros - Tim SAR Gabungan menemukan satu jasad korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang diduga menabrak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari jalur pendakian. Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan jasad korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu siang dan saat ini tengah dievakuasi oleh tim di lapangan. "Siang tadi telah ditemukan satu korban laki-laki pada kedalaman jurang kurang lebih 200 meter. Korban berada di sekitar serpihan pesawat dan saat ini proses evakuasi sedang berlangsung," ujar Arif di Posko SAR Kabupaten Maros.

Ditemukan Bersama Serpihan Pesawat

Korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA oleh Search and Rescue Unit (SRU) 3 pada koordinat 04°54'44" LS dan 119°44'48" BT. Hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan. Selain jasad korban, tim SAR juga menemukan sejumlah serpihan pesawat, termasuk bagian rangka dan kursi penumpang. Lokasi mesin pesawat turut berhasil diidentifikasi berdasarkan laporan visual dari personel di lapangan. Menurut Arif, proses evakuasi dilakukan melalui jalur pendakian, mengingat medan vertikal di lokasi kejadian sangat berisiko untuk penurunan langsung.

Operasi SAR Dibagi Empat Sektor

Sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Arif menjelaskan operasi pencarian dan evakuasi dibagi ke dalam empat SRU sesuai sektor yang telah ditentukan. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali SRU 3 berada di puncak Gunung Bulusaraung dan sebagian personel telah menyeberang ke titik kedua SRU 4 sempat mendekati titik misi, namun tidak menemukan jalur aman dan diarahkan kembali ke posko induk Sementara itu, tim logistik telah bergerak menuju puncak gunung untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna menunjang kelanjutan operasi.

Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi

Arif mengungkapkan, operasi SAR menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem dan medan yang sulit. Sejak pagi, hujan lebat disertai kabut tebal membatasi jarak pandang hingga sekitar lima meter di puncak gunung. Kondisi tersebut bahkan memaksa tim membatalkan sementara rencana penurunan vertikal demi keselamatan personel. "Cuaca tidak menentu dan medannya sangat ekstrem. Keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan," jelasnya.

Pencarian 10 Korban Lain Masih Berlanjut

Basarnas memastikan operasi SAR terus dilanjutkan untuk mencari 10 korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. "Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Setiap langkah diambil berdasarkan analisis risiko di lapangan," kata Arif.

Daftar Penumpang dan Kru Pesawat

Berdasarkan manifest, pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Kru pesawat: Captain Andy Dahananto Captain Sukardi Yudha Mahardika Hariadi Franky D Tanamal Junaidi Florencia Lolita Esther Aprilita Penumpang: Deden Ferry Yoga

Sumber
:
Berita Terkait
Titik Terang Pencarian 8 Korban Hilang Anak Krakatau: Jaket Pelampung Ditemukan
Mesin Mati Buat Pesawat Sky Ranger Jatuh Terbakar di Blora, Pilot Selamat
26 Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi, 14 Orang Sudah Ditangani Tim Medis
6 Mahasiswa Unhas Terjebak di Gunung Goa Kalibbong Alloa Pangkep, Basarnas Lakukan Evakuasi Dramatis
Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Bali, Dievakuasi Helikopter Basarnas
Pria Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Meninggal, Basarnas Medan Tutup Operasi SAR