Sabtu, 26 September 2026

Sidang Kasus Rahmadi: Dua Polisi Beri Kesaksian Berbeda, Dugaan Rekayasa Menguat

Muchlis - Jumat, 15 Agustus 2025 15:31 WIB
Sidang Kasus Rahmadi: Dua Polisi Beri Kesaksian Berbeda, Dugaan Rekayasa Menguat
Rahmadi
Topikseru.com - Sidang lanjutan perkara kepemilikan narkotika dengan terdakwa Rahmadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Kamis (14/8/2025), memunculkan fakta mengejutkan. Dua anggota Ditresnarkoba Polda Sumut yang menjadi saksi penangkap memberikan kesaksian berbeda terkait lokasi penemuan barang bukti sabu seberat 10 gram. [irp posts="18254" ] Perbedaan ini memicu kecurigaan majelis hakim dan semakin menguatkan dugaan adanya rekayasa kasus serta pelanggaran prosedur dalam penangkapan.

Kesaksian yang Tidak Sinkron

Dua saksi penangkap, Bripka Toga M Parhusip dan Gunarto Sinaga, dihadirkan secara terpisah. Toga mengaku sabu ditemukan di bawah jok depan mobil Rahmadi, sedangkan Gunarto menyatakan barang tersebut berada di bawah kursi pengemudi. Hakim anggota pun langsung menyoroti kejanggalan ini. [irp posts="15694" ] "Apakah benar barang bukti itu kalian temukan? Bukan kalian yang menaruhnya, kan?" tanya hakim kepada saksi.

Kuasa Hukum Sebut Penangkapan Sarat Kejanggalan

Tim kuasa hukum Rahmadi, Suhandri Umar Tarigan dan Ronald Siahaan, menilai proses penangkapan tidak sesuai prosedur. Mereka menyoroti fakta bahwa pelapor dan penangkap adalah orang yang sama, yaitu Kompol Dedi Kurniawan, dengan tanggal laporan dan penangkapan yang bertepatan, yaitu 3 Maret 2025. "Ini jelas mengindikasikan tidak ada penyelidikan atau gelar perkara yang sah sebelum penangkapan," ujar Suhandri. [irp posts="16406" ]

Asal-Usul Barang Bukti Dipertanyakan

Kedua saksi mengaku mendapat informasi dari informan polisi bahwa Rahmadi menyimpan narkotika. Namun, asal-usul sabu juga tidak konsisten. Barang bukti disebut milik seseorang bernama Amri alias Nunung, yang akan dikirim melalui perantara Frend → Rahmadi → Lombek → Andre Yusnijar. Rahmadi membantah keras. "Itu bukan barang saya. Kalian yang menaruh," ucapnya di persidangan, mengklaim matanya dilakban saat barang bukti diletakkan. [irp posts="13689" ]

Dugaan Penyalahgunaan Rekening

Selain itu, kuasa hukum mengungkap dugaan pelanggaran lain, yakni hilangnya uang Rp 11,2 juta dari rekening Rahmadi beberapa hari setelah handphone-nya disita. Transaksi keluar tercatat pada 10 Maret 2025, tujuh hari setelah penangkapan. "Kami punya bukti transfer keluar dari rekening klien kami," tegas Suhandri. Sidang yang dipimpin Wakil Ketua PN Tanjungbalai, Karolina Selfia Sitepu, dijadwalkan kembali mendengar keterangan saksi lainnya pada pekan depan. Publik kini menunggu apakah majelis hakim akan menindaklanjuti dugaan rekayasa dan pelanggaran prosedur yang mencuat.

Sumber
:
Berita Terkait
Patroli Siber Polda Sumut Bongkar Dugaan Siaran Pornografi, Perempuan IP Ditangkap
Brimob Polda Sumut Kerahkan Rantis AWC Hadapi Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Gunung Sinabung Siaga, 100 Personel Brimob Sumut Dikerahkan ke Karo
Pengemudi Taksi Online Dibunuh demi Mobil, 2 Pelaku Ditangkap 8 Jam Usai Jasad Ditemukan
Wartawan Medan Ajukan Praperadilan, Soroti Laporan Dugaan Intimidasi dan Perampasan Alat Kerja
Brimob Polda Sumut Buka Dapur Lapangan, 500 Porsi Makanan untuk Korban Cuaca Ekstrem Medan