Jumat, 25 September 2026

Kos-kosan Jadi “Loket” Narkoba di Asahan Digerebek, 7 Orang Diamankan Termasuk Pelajar SMA

Ameq - Senin, 27 April 2026 20:51 WIB
Kos-kosan Jadi “Loket” Narkoba di Asahan Digerebek, 7 Orang Diamankan Termasuk Pelajar SMA
kos narkoba asahan
Topikseru.com, Medan - Praktik peredaran narkotika dengan modus unik terungkap di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Sebuah rumah kos di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Kisaran Barat, disulap menjadi tempat transaksi sabu layaknya loket penjualan. Aksi tersebut akhirnya terhenti setelah tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut melakukan penggerebekan dan mengamankan tujuh orang, termasuk seorang pelajar SMA. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Thomy Aruan, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. [irp posts="38468" ] "Begitu kita masuk ke dalam, kamar kos sudah dimodifikasi. Bagian depan dilubangi seukuran kepalan tangan untuk dijadikan loket transaksi narkoba," ujar Thomy, Senin (27/4/2026). Tak hanya itu, pelaku juga membuat jalur pelarian dengan melubangi bagian belakang kamar sekitar satu meter yang tembus ke area luar kos sebagai antisipasi saat penggerebekan. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tujuh orang yakni MS (30), NJS (41), DF (24), AT (51), ST (40), NS, serta KS yang masih berstatus pelajar SMA. Dari hasil pemeriksaan, MS diketahui berperan sebagai bandar utama yang mengendalikan transaksi dari dalam kamar. Sementara NJS dan DF bertugas membantu proses penjualan. "Dua orang berada di luar menerima uang dari pembeli, lalu diserahkan ke bandar melalui lubang dinding. Setelah itu, paket sabu diberikan sesuai pesanan," jelas Thomy. Adapun empat orang lainnya, termasuk pelajar SMA, diketahui sebagai pengguna yang datang untuk membeli sabu di lokasi tersebut. [irp posts="40804" ] Polisi mengungkap, praktik ini telah berjalan selama sekitar satu tahun. Para pelaku bahkan menjual narkoba tanpa pandang bulu, termasuk kepada kalangan pelajar dengan harga yang relatif terjangkau. "Keuntungan bandar dari bisnis ini sekitar Rp 400 ribu per hari," ungkap Thomy. Dari tujuh orang yang diamankan, tiga di antaranya ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara empat lainnya, termasuk pelajar, akan menjalani rehabilitasi karena berstatus sebagai pengguna. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk memburu pemasok utama narkotika tersebut. "Kami terus dalami keterlibatan pihak lain dan memburu jaringan di atasnya," tegas Thomy.

Sumber
:
Berita Terkait
Polrestabes Medan Buru Pemasok Vape Narkoba Jaringan DJ Kamboja
Modus Lempar Ganja dari Jendela Kosan Medan Terbongkar, Polisi Cokok 2 Pengedar
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
Patroli Siber Polda Sumut Bongkar Dugaan Siaran Pornografi, Perempuan IP Ditangkap
Brimob Polda Sumut Kerahkan Rantis AWC Hadapi Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Gunung Sinabung Siaga, 100 Personel Brimob Sumut Dikerahkan ke Karo