Topikseru.com, Batubara – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memperluas ekspansi jejaring bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karibia guna membuka peluang investasi, memperkuat hilirisasi aluminium, serta meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
Langkah strategis tersebut dilakukan melalui partisipasi Inalum dalam forum INALAC Energy and Mining Business di Santiago, Cile. Forum ini menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi industri Indonesia sekaligus menjajaki kemitraan internasional di sektor pertambangan, energi hijau, teknologi, dan pengembangan industri.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, membuka forum tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perkembangan hilirisasi dan penguatan industri Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
Baca Juga:
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, turut hadir mewakili MIND ID sebagai panelis dalam Mining and Energy Forum. Ia membahas perkembangan sektor pertambangan dan energi Indonesia serta potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama mitra bisnis di kawasan tersebut.
Forum yang mengusung tema "Indonesia–Latin America and the Caribbean Green Energy Partnership, Moving Towards Investment, Technology and Industrial Collaboration" itu menitikberatkan pada penguatan kemitraan energi hijau melalui investasi, transfer dan pengembangan teknologi, serta kolaborasi industri lintas negara.
Dalam kegiatan tersebut, Inalum menyampaikan kesiapan untuk membangun kemitraan di berbagai sektor strategis.
Peluang kerja sama yang dijajaki meliputi pengembangan teknologi, dukungan pembiayaan, hingga penyerapan produk industri.
"Bagi Inalum, perluasan jejaring internasional ini menjadi langkah penting untuk membuka akses ke pasar baru sekaligus memperkuat hubungan dengan pelaku industri dan calon mitra strategis di Amerika Latin dan Karibia,"ujar Melati.
Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang dijajaki untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi. Melalui forum bisnis ini, Inalum berupaya membangun fondasi kerja sama yang dapat mendukung pengembangan industri aluminium Indonesia secara berkelanjutan.
Partisipasi Inalum dalam forum internasional ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat hilirisasi industri nasional.
Pengembangan industri bernilai tambah menjadi langkah penting agar Indonesia tidak hanya mengandalkan produksi bahan mentah, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi produk melalui penguatan rantai industri.
Dengan memperluas kemitraan internasional, Inalum berpeluang memperkuat akses pasar, mendorong pengembangan teknologi, dan membuka ruang investasi yang mendukung pertumbuhan industri aluminium nasional.
Kolaborasi di sektor energi hijau juga menjadi bagian penting dalam mendorong industri yang lebih berkelanjutan. Sinergi investasi, teknologi, dan perdagangan diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.
"Inalum terus upaya memperluas kerja sama lintas negara sekaligus mendorong hilirisasi aluminium sebagai salah satu penggerak peningkatan daya saing industri Indonesia di pasar internasional," ujarnya.