Topikseru.com,
Deli Serdang - Misteri pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, yang sempat memunculkan dugaan aksi teror akhirnya terjawab. Kepolisian memastikan insiden tersebut bukan disebabkan tembakan senjata api, melainkan akibat batu kerikil yang terpental saat proses pemotongan rumput.
Kepastian itu disampaikan setelah penyidik menerima hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara terkait peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/6/2026).
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana mengatakan seluruh rangkaian penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta uji forensik, mengarah pada kesimpulan bahwa tidak ditemukan unsur penembakan.
"Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara memastikan kerusakan kaca bukan disebabkan tembakan senjata api, melainkan akibat hantaman batu kerikil," ujar Hendria dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
Hasil Labfor Polda Sumut Ungkap Penyebab Pecahnya Kaca
Meski pola kerusakan menunjukkan benturan berasal dari luar menuju ke dalam bangunan, polisi menegaskan karakteristik kerusakan tidak sesuai dengan proyektil peluru.
Berdasarkan analisis kriminalistik, tidak ditemukan indikasi bekas peluru, baik peluru berjaket maupun tanpa jaket, pada kaca maupun area sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan kemudian mengarah pada aktivitas perawatan taman di lingkungan rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang.
Batu Terpental dari Mesin Pemotong Rumput
Keterangan seorang petugas kebersihan menjadi salah satu bukti penting dalam pengungkapan kasus tersebut.
Saksi bernama Erwin mengaku sedang membersihkan area taman menggunakan mesin pemotong rumput ketika mata pisau mesin mengenai batu kerikil. Batu itu kemudian terpental dengan kecepatan tinggi hingga menghantam kaca jendela rumah dinas.
Temuan tersebut dinilai selaras dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik, sehingga dugaan adanya aksi teror maupun penembakan dipastikan tidak terbukti.
Polisi Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi
Kapolresta Deli Serdang mengimbau masyarakat agar tidak lagi membangun asumsi ataupun spekulasi mengenai insiden tersebut.
Menurut Hendria, penyidik bekerja berdasarkan prosedur hukum dan pembuktian ilmiah sehingga setiap kesimpulan yang disampaikan telah melalui proses penyelidikan secara menyeluruh.
"Kami bekerja sesuai prosedur hukum hingga seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap secara jelas dan objektif," tegasnya.
Wakil Bupati Deli Serdang Apresiasi Kinerja Polisi
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polresta Deli Serdang yang dinilainya berhasil mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden tersebut.
Ia berharap hasil penyelidikan tersebut dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.
"Terima kasih kepada Kapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang beserta jajaran yang telah bekerja maksimal. Semoga hasil pengungkapan ini memberikan kejelasan bagi semua pihak," ujar Lom Lom.
Kronologi Kasus Pecah Kaca Rumah Dinas Wakil Bupati
Peristiwa bermula saat Lom Lom Suwondo kembali ke rumah dinas usai menghadiri kegiatan di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (14/6/2026). Saat tiba, ia mendapati salah satu kaca jendela rumah dinas telah pecah.
Karena sempat menduga kerusakan tersebut akibat aksi penembakan atau teror, Wakil Bupati kemudian melaporkan kejadian itu kepada Polresta Deli Serdang.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan olah TKP oleh Tim Inafis bersama Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara. Setelah serangkaian pemeriksaan teknis dan ilmiah dilakukan, polisi memastikan insiden itu murni merupakan kecelakaan akibat batu kerikil yang terpental dari mesin pemotong rumput, bukan aksi kriminal menggunakan senjata api.
Berita Terkait