Jumat, 25 September 2026

Iran Batasi 12 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Biaya Bisa Tembus Rp 34 Miliar per Tanker

Muchlis - Minggu, 12 April 2026 18:55 WIB
Iran Batasi 12 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Biaya Bisa Tembus Rp 34 Miliar per Tanker
Pemerintah menetapkan ICP Agustus 2026 sebesar US$89,43 per barel, naik US$7,75 dari Juli.
Topikseru.com - Pemerintah Iran dilaporkan tengah menyiapkan kebijakan pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling vital di dunia. Dalam skenario terbaru, jumlah kapal yang diizinkan melintas diperkirakan tidak lebih dari sekitar 12 unit per hari. Langkah ini menjadi sorotan global karena Selat Hormuz selama ini menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia. [irp posts="38361" ]

Biaya Melonjak, Tekanan ke Pasar Energi

Tak hanya membatasi jumlah kapal, Iran juga disebut menerapkan biaya tinggi bagi kapal yang ingin melintas. Untuk kapal tanker berukuran besar, biaya yang dikenakan bisa mencapai 2 juta dolar AS atau setara sekitar Rp34,2 miliar per kapal. Kondisi ini membuat para pemilik kapal dari berbagai negara mulai melakukan negosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran demi mendapatkan izin melintas. Selain itu, kapal yang diizinkan beroperasi diwajibkan melalui jalur khusus yang telah ditentukan, serta memenuhi prosedur perizinan yang ketat.

Dampak Geopolitik dan Kesepakatan Sementara

Kebijakan ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejalan dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional, meskipun kini dengan pengawasan dan pembatasan yang lebih ketat. [irp posts="37860" ]

Potensi Efek Domino Global

Pembatasan ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap rantai pasok energi global. Dengan berkurangnya kapasitas kapal yang melintas, distribusi minyak dan LNG bisa mengalami hambatan, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga energi dunia. Para analis menilai, jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi, tetapi juga sektor industri dan transportasi global. Langkah Iran dalam mengontrol Selat Hormuz menunjukkan bagaimana jalur strategis ini tetap menjadi instrumen penting dalam peta geopolitik dan ekonomi dunia. Ke depan, perkembangan kebijakan ini akan menjadi indikator utama stabilitas pasokan energi global.
Sumber
:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
ICP Agustus 2026 Tembus US$89,43 per Barel, Harga Minyak Dunia Makin Panas
Resolusi IAEA Tekan Iran, Rusia Peringatkan Ancaman Eskalasi Baru