Sabtu, 26 September 2026

Kapal Tanker China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Ketegangan Memanas

Muchlis - Rabu, 15 April 2026 07:30 WIB
Kapal Tanker China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Ketegangan Memanas
Pemerintah menetapkan ICP Agustus 2026 sebesar US$89,43 per barel, naik US$7,75 dari Juli.
Topikseru.com - Sebuah kapal tanker yang dikaitkan dengan China dilaporkan berhasil menembus blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz dan melanjutkan pelayaran menuju Teluk Oman. Topikseru. Laporan ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg pada Selasa (15/4), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. [irp posts="39362" ]

Blokade AS Mulai Berlaku Usai Perundingan Gagal

Blokade laut tersebut diberlakukan oleh Komando Pusat AS setelah instruksi langsung dari Donald Trump. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran terkait isu nuklir dan stabilitas kawasan. Langkah tersebut secara efektif membatasi lalu lintas maritim di salah satu jalur energi terpenting dunia.

Kapal “Rich Starry” Lolos Setelah Upaya Kedua

Kapal tanker bernama Rich Starry, yang sebelumnya dikenal sebagai Full Star, disebut berhasil melewati selat tersebut dalam percobaan kedua. Pada upaya pertama, kapal tersebut terpaksa berbalik arah setelah blokade mulai diberlakukan. Namun, beberapa jam kemudian, kapal kembali mencoba melintas dan akhirnya berhasil keluar menuju Teluk Oman. Kapal ini diketahui telah masuk daftar sanksi AS sejak 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan ekspor energi. Selain itu, kapal tanker lain bernama Elpis juga dilaporkan sedang menuju kawasan yang sama, meskipun situasi blokade masih berlangsung.

Dampak Serangan dan Eskalasi Kawasan

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran ke sejumlah target militer AS dan wilayah Israel, memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke pasar internasional. [irp posts="37443" ]

Ancaman terhadap Pasokan Energi Global

Blokade de facto di Selat Hormuz telah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia. Aktivitas ekspor minyak dari negara-negara Teluk dilaporkan mengalami gangguan signifikan. Meski Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, hingga kini jalur tersebut belum sepenuhnya dibuka kembali. Ketidakpastian ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta memperbesar risiko konflik terbuka di kawasan strategis tersebut.

Sumber
:
Berita Terkait
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
ICP Agustus 2026 Tembus US$89,43 per Barel, Harga Minyak Dunia Makin Panas
Ketegangan Selat Hormuz: Iran Tuntut AS Patuhi MoU Islamabad, Jepang Desak Hentikan Serangan
Sepanjang Pekan ini Harga Minyak Mentah Acuan Kompak Melemah 5% Terkerek Inflasi The Fed
Harga Emas Spot Naik 0,42% Bertengger di Level US$ 4.535,35 per Troi Ons
Trump Ancam Oman Jika Ganggu Negosiasi Iran, Klaim Punya Jalur Langsung dengan IRGC