Kamis, 24 September 2026

Studi Terbaru: Diet 8 Jam Sehari Efektif Turunkan Berat Badan hingga Setahun

Muchlis - Selasa, 05 Mei 2026 06:31 WIB
Studi Terbaru: Diet 8 Jam Sehari Efektif Turunkan Berat Badan hingga Setahun
diet 8 jam sehari
Topikseru.com - Penelitian terbaru mengungkap bahwa membatasi waktu makan atau diet 8 jam per hari dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan sekaligus menjaga berat badan dalam jangka panjang. Temuan ini dipresentasikan dalam ajang European Congress on Obesity yang digelar di Malaga, Spanyol.

Kunci Utama: Puasa 16 Jam Setiap Hari

Peneliti utama, Alba Camacho-Cardenosa dari University of Granada, menjelaskan bahwa keberhasilan metode ini tidak bergantung pada jam makan, melainkan pada durasi puasa. "Pembatasan waktu makan menjadi delapan jam per hari selama tiga bulan dapat menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan hingga setidaknya satu tahun," ujarnya. Metode ini dikenal luas sebagai intermittent fasting 16:8, di mana seseorang berpuasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.

Hasil Studi: Turun 3 - 4 Kg, Lebih Stabil

Penelitian melibatkan 99 partisipan dengan kelebihan berat badan hingga obesitas yang diamati selama 12 bulan. Peserta dibagi dalam empat kelompok:
  • Makan lebih dari 12 jam per hari
  • Makan 8 jam (mulai sebelum pukul 10.00)
  • Makan 8 jam (mulai setelah pukul 13.00)
  • Makan 8 jam dengan waktu fleksibel
Seluruh peserta juga mengikuti pola makan sehat ala diet Mediterania. Hasilnya:
  • Kelompok makan >12 jam: turun rata-rata 1,4 kg
  • Kelompok makan terbatas: turun 3–4 kg
  • Lingkar pinggang & pinggul ikut menyusut
  • Penurunan berat badan bertahan hingga 1 tahun
Bahkan, setelah 12 bulan:
  • Kelompok bebas makan justru naik 0,4 kg
  • Kelompok terbatas masih turun sekitar 2 kg

Tingkat Kepatuhan Tinggi

Sekitar 85%–88% peserta mengaku mampu menjalani pola makan ini secara konsisten. Koordinator studi, Jonatan Ruiz, menyebut metode ini lebih praktis dari diet konvensional. "Metode ini tidak terlalu melelahkan karena tidak perlu menghitung kalori harian," ujarnya.

Masih Perlu Kajian Lanjutan

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini masih belum melalui proses peer review. Peneliti dari University of Cambridge Metabolic Research Laboratories, Maria Chondronikola, menilai perlu studi lanjutan. Beberapa faktor yang masih perlu penelitian:
  • Konsistensi pola makan
  • Asupan kalori harian
  • Dampak terhadap metabolisme tubuh
Metode pembatasan waktu makan menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dibanding diet ketat berbasis kalori. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada:
  • Konsistensi
  • Kualitas makanan
  • Gaya hidup sehat secara menyeluruh
Dengan kata lain, pola ini bisa menjadi alternatif, tetapi bukan solusi instan.
Sumber
:
Berita Terkait
BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Karo usai Keracunan 353 Siswa, Ini Alasannya
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
LBH Medan Desak MBG Dihentikan: Puluhan Ribu Anak Keracunan, Korban Alami Hilang Ingatan
Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Sita Rp 8,4 M, Dolar Tertimbun di Pikap
566 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Kini Tinggal 34 yang Dirawat
Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG, SPPG di Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari