Nama AKBP Netty Rosdiana Siagian menjadi perhatian publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Keputusan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam pernyataannya, Netty mengungkapkan bahwa permohonan pengunduran dirinya terhitung sejak 1 September 2026.
Netty menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang. Ia juga menegaskan tidak ada paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.
Baca Juga:
Permohonan tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 20 Agustus 2026. Netty mengatakan dirinya memilih tanggal tersebut karena masih ingin mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
Mundur karena Prinsip dan Hati Nurani
Dalam keterangannya kepada wartawan, Netty mengungkapkan bahwa keputusannya berkaitan dengan prinsip yang diyakininya.
Ia merasa tidak bisa terus bertahan apabila terdapat hal-hal dalam lingkungan yang tidak lagi sejalan dengan hati nuraninya.
Netty juga menegaskan bahwa dirinya tidak takut meninggalkan jabatan maupun seragam kepolisian demi mempertahankan prinsip pribadi.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan melalui institusi Polri.
Keputusan tersebut bukan berarti dirinya ingin berhenti berkontribusi. Ia justru ingin mencari ruang lain agar bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Ingin Fokus pada Dunia Akademik dan Kegiatan Sosial
Setelah mengundurkan diri, Netty berencana lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan dunia pendidikan.
Ia menyebut lingkungan kampus dan kegiatan akademik sebagai salah satu tempat untuk melanjutkan pengabdian.
Netty juga mengaku ingin membagikan ilmu serta pengalaman yang diperolehnya selama bertugas di kepolisian.
Menurutnya, masih banyak cara untuk membantu masyarakat di luar tugas sebagai anggota Polri. Kegiatan sosial menjadi salah satu bidang yang ingin lebih banyak ia jalani.
Ia pun mengaku tidak menyesali keputusan tersebut karena merasa telah melewati berbagai pengalaman selama menjalankan tugas di kepolisian.
Rekam Jejak Netty Rosdiana di Kepolisian
Sebelum mengumumkan pengunduran diri, Netty diketahui memiliki pengalaman bertugas di sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya.
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kapolsek Menteng, Jakarta Pusat. Ia juga pernah bertugas sebagai Kapolsek Sunda Kelapa.
Jabatan terakhir yang dicantumkan dalam pernyataan pengunduran dirinya adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Selain pengalaman di bidang kepolisian, Netty juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum dan manajemen.AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri, Pilih Mengabdi Lewat Dunia Akademik dan Kegiatan Sosial
Nama AKBP Netty Rosdiana Siagian menjadi perhatian publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Keputusan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam pernyataannya, Netty mengungkapkan bahwa permohonan pengunduran dirinya terhitung sejak 1 September 2026.
Netty menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang. Ia juga menegaskan tidak ada paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.
Permohonan tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 20 Agustus 2026. Netty mengatakan dirinya memilih tanggal tersebut karena masih ingin mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
Mundur karena Prinsip dan Hati Nurani
Dalam keterangannya kepada wartawan, Netty mengungkapkan bahwa keputusannya berkaitan dengan prinsip yang diyakininya.
Ia merasa tidak bisa terus bertahan apabila terdapat hal-hal dalam lingkungan yang tidak lagi sejalan dengan hati nuraninya.
Netty juga menegaskan bahwa dirinya tidak takut meninggalkan jabatan maupun seragam kepolisian demi mempertahankan prinsip pribadi.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan melalui institusi Polri.
Keputusan tersebut bukan berarti dirinya ingin berhenti berkontribusi. Ia justru ingin mencari ruang lain agar bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Ingin Fokus pada Dunia Akademik dan Kegiatan Sosial
Setelah mengundurkan diri, Netty berencana lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan dunia pendidikan.
Ia menyebut lingkungan kampus dan kegiatan akademik sebagai salah satu tempat untuk melanjutkan pengabdian.
Netty juga mengaku ingin membagikan ilmu serta pengalaman yang diperolehnya selama bertugas di kepolisian.
Menurutnya, masih banyak cara untuk membantu masyarakat di luar tugas sebagai anggota Polri. Kegiatan sosial menjadi salah satu bidang yang ingin lebih banyak ia jalani.
Ia pun mengaku tidak menyesali keputusan tersebut karena merasa telah melewati berbagai pengalaman selama menjalankan tugas di kepolisian.
Rekam Jejak Netty Rosdiana di Kepolisian
Sebelum mengumumkan pengunduran diri, Netty diketahui memiliki pengalaman bertugas di sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya.
Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kapolsek Menteng, Jakarta Pusat. Ia juga pernah bertugas sebagai Kapolsek Sunda Kelapa.
Jabatan terakhir yang dicantumkan dalam pernyataan pengunduran dirinya adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Selain pengalaman di bidang kepolisian, Netty juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum dan manajemen.
Pengunduran Diri Masih Perlu Dibedakan dari Persetujuan Administratif
Meski Netty telah menyampaikan permohonan pengunduran dirinya kepada publik, pengajuan tersebut perlu dibedakan dari keputusan administratif resmi pemberhentian sebagai anggota Polri.
Hingga pemberitaan pada 2 November 2026, belum ditemukan konfirmasi resmi mengenai persetujuan administratif dari institusi Polri.
Karena itu, informasi yang dapat dipastikan adalah Netty telah menyatakan mengajukan pengunduran diri dan menjelaskan alasan pribadi di balik keputusannya.
Langkah Netty meninggalkan kepolisian sekaligus menandai rencana perjalanan baru dalam dunia akademik dan kegiatan sosial. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat masih bisa dilakukan melalui berbagai bidang di luar institusi kepolisian.