Topikseru.com -Kreator konten Ferry Irwandi memilih memprioritaskan gerakan Patungan untuk Hutan dengan menunda penerimaan tawaran kerja sama bisnis dan endorsement selama November 2026. Keputusan ini diambil karena ia ingin fokus mengawal penyaluran bantuan untuk wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di tengah kesibukan tersebut, penggalangan dana Patungan untuk Hutan yang digagas Ferry bersama Kitabisa telah mengumpulkan Rp13,45 miliar dari lebih dari 160.000 donatur. Angka itu tercatat hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, dan mencapai sekitar 27 persen dari target Rp50 miliar.
Ferry Fokus Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak
Baca Juga:
Ferry mengungkapkan bahwa dirinya belum dapat menerima tawaran kerja sama, bisnis, maupun endorsement selama November. Ia tetap menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah menawarkan kerja sama dan berharap kesempatan tersebut bisa terbuka pada waktu mendatang.
Keputusan itu sejalan dengan rencana Ferry untuk kembali turun langsung ke lapangan pada awal November. Ia berencana mengunjungi Kalimantan terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumatra. Ferry juga mengupayakan kunjungan ke Papua untuk mendistribusikan bantuan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat di sana.
Kunjungan tersebut diharapkan membantu tim memahami kebutuhan warga secara langsung. Dengan begitu, penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi di setiap wilayah terdampak.
Donasi Terkumpul dari Lebih dari 160 Ribu Orang
Gerakan Patungan untuk Hutan dibuka pada 2 September 2026. Dana yang dihimpun ditujukan untuk mendukung mitigasi karhutla, respons darurat, serta restorasi ekosistem di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Hingga 24 Oktober 2026, total donasi mencapai Rp13,45 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan partisipasi lebih dari 160.000 donatur yang ikut mendukung upaya penanganan karhutla dan pemulihan lingkungan.
Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari target awal sebesar Rp50 miliar. Dengan capaian sekitar 27 persen, penggalangan dana masih membutuhkan tambahan sekitar Rp36,55 miliar untuk mencapai target.
Bukan Hanya Mengumpulkan Dana
Melalui Patungan untuk Hutan, upaya yang dilakukan tidak berhenti pada pengumpulan donasi. Ferry juga merencanakan kunjungan ke sejumlah wilayah untuk menyalurkan bantuan dan memetakan kebutuhan masyarakat.
Penanganan karhutla membutuhkan berbagai langkah, mulai dari pencegahan dan respons darurat hingga pemulihan ekosistem. Dukungan bagi masyarakat yang terdampak juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Sementara itu, keputusan Ferry menunda tawaran endorsement selama November membuat agenda penyaluran bantuan menjadi prioritasnya pada periode tersebut. Penggalangan dana pun masih berlanjut untuk mengejar target Rp50 miliar.
Perkembangan donasi berikutnya akan menentukan seberapa jauh target tersebut dapat tercapai. Untuk saat ini, dana Rp13,45 miliar yang terkumpul menjadi capaian sementara dari gerakan yang melibatkan lebih dari 160.000 donatur.